kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.741   32,00   0,18%
  • IDX 6.518   0,16   0,00%
  • KOMPAS100 850   1,72   0,20%
  • LQ45 643   1,59   0,25%
  • ISSI 228   -0,62   -0,27%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 442   3,66   0,83%
  • IDX80 97   0,18   0,19%
  • IDXV30 123   1,52   1,25%
  • IDXQ30 115   0,59   0,52%

Epidemiolog sarankan guru dan staff sekolah wajib test antigen selama aktivitas PTM


Senin, 27 September 2021 / 04:30 WIB


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah pelonggaran PPKM darurat, Pemerintah telah memperbolehkan aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) setelah beberapa indikator menunjukkan penurunan kasus Covid-19 di Indonesia. 

Kebijakan pelonggaran aktivitas diberlakukan, termasuk aktivitas belajar tatap muka di sekolah. Meskipun dibatasi jumlah siswa di dalam kelas. Pembelajaran tatap muka terbatas hanya dilakukan di daerah dengan level PPKM 1-3. Syaratnya mengedepankan protokol kesehatan, prinsip kehati-hatian, serta kesehatan dan keselamatan.

Menanggapi hal itu, Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan dalam penyelemggaraan PTM, diharapkan setiap sekolah harus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memfasilitasi pelacakan kontak siswa, guru, dan staff apabila ada yang terinfeksi Covid-19. 

Baca Juga: Walau sudah divaksin, gejala Covid-19 ini bisa Anda alami

“Harus juga segera dihentikan adanya pembelajaran tatap muka apabila ditemukan dua atau lebih kasus yang terpapar Covid-19 di sekolah. Sebab hal itu untuk mencegah adanya potensi penularan,” ujar dia saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (26/9). 

Di samping itu, pada masa uji coba sekolah tatap muka, Dicky meminta agar guru maupun staff dapat secara rutin melakukan skrining setidaknya dua minggu sekali. “Misalnya dengan test antigen atau bila memungkinkan ya bisa PCR,” tambahnya. 

Adapun, setidaknya juga dalam seminggu sekali siswa dapat di skrining secara random atau acak untuk mencegah adanya siswa yang terinfeksi Covid-19. Dengan demikian, Dicky berharap sekolah-sekolah dapat melakukan pencegahan semaksimal mungkin untuk menekan adanya penularan cluster dalam pendidikan atau sekolah. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Ini jumlah kebutuhan air putih harian serta tips untuk memenuhinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×