Epidemiolog: Penetapan PPKM level 3 pada libur Natal dan Tahun Baru perlu didukung

Jumat, 26 November 2021 | 10:30 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
Epidemiolog: Penetapan PPKM level 3 pada libur Natal dan Tahun Baru perlu didukung

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Epidemiolog Indonesia untuk Griffith University Australia, Dicky Budiman menyatakan jika langkah Pemerintah menetapkan PPKM level 3 pada masa Natal dan Tahun Baru perlu didukung.

Ia menyatakan langkah ini memang memiliki upaya mengurangi pergerakan masyarakat dalam strategi intervensi non-farmasi. Pembatasan pergerakan mobilisasi dan interaksi efektif dilakukan melalui cara tersebut. Namun demikian, menurutnya masih perlu pula menerapkan aspek vaksinasi, 3T, dan 5M.

"Kombinasi dari aspek-aspek inilah yang bisa berhasil memutus rantai penularan. Vaksinasi membuat banyak orang meningkat imunitasnya, 3T memutus rantai kasus-kasus terinfeksi di masyarakat dan 5M akan mengurangi resiko. Jadi tidak hanya PPKM saja, 3 hal di atas jangan diabaikan," ujarnya kepada Kontan, Kamis (25/11).

Ia menambahkan, selain PPKM level 3, Pemerintah sebaiknya juga perlu menyediakan komunikasi untuk meningkatkan kewaspadaan dari tingkat kota dan daerah. Hal ini juga bermanfaat mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum berakhir.

Baca Juga: Pakai masker adalah cara pencegahan Covid-19 paling efektif

Menurut Dicky, bentuk komunikasi ini adalah berupa informasi di mana saja tempat aman bagi masyarakat untuk beraktivitas. Serta tempat mana saja yang berbahaya. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan dan tetap bisa menjalani masa Nataru dengan resiko rendah dan PPKM tidak membuat masyarakat memilih tempat berbahaya.

"Sosialisasi atau dalam artian juga literasi, tidak hanya menyampaikan apa yang sedang terjadi saja tetapi juga maksud, tujuan, manfaat dan manajemen resiko. Misalnya, Pemerintah menyediakan informasi kepada masyarakat aktivitas apa yang aman dilakukan di wilayah mereka dan sesuai dengan prokes," sambungnya

Dicky meneruskan, sesuai dengan riset yang telah beredar dengan melakukan kombinasi komunikasi dan literasi seperti itu berpotensi menurunkan penularan kasus hingga 88% dan kasus kematian akibat Covid-19 sebesar 60%.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Bos Aswata dukung penerapan PPKM Level 3 saat Nataru, ini alasannya

Editor: Handoyo .
Terbaru