Efek samping vaksin Covid-19 dan cara mengatasinya

Senin, 22 November 2021 | 20:24 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Efek samping vaksin Covid-19 dan cara mengatasinya

ILUSTRASI. Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 kepada santri di Pondok Pesantren Daarur Rasul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/11/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.

KONTAN.CO.ID -Jakarta. Ada sejumlah efek samping vaksin Covid-19 atau seringkali Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi (KIPI) yang dialami oleh beberapa orang.

Beberapa di antaranya adalah rasa pegal di sekitar area suntik, demam ringan, diare, bahkan hingga menggigil.

Meskipun tidak semua orang mengalaminya, reaksi yang terjadi adalah hal yang wajar dan bersifat sementara. Efek samping vaksin Covid-19 yang dialami oleh masing-masing orang bisa berbeda.

Nah, untuk itu ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan jika mengalami efek samping vaksin Covid-19 atau KIPI.

Baca Juga: Berkenalan dengan vaksin Covovax, vaksin Covid-19 terbaru yang disetujui BPOM

Efek samping vaksin Covid-19 dan cara mengatasinya

Setelah menerima vaksin, Anda sebaiknya menunggu sekitar 15 menit di lokasi untuk memastikan tidak ada reaksi, KIPI, atau efek samping yang bersifat segera meski hal ini jarang terjadi.

Dirangkum dari laman resmi Covid19.go.id dan UNICEF berikut beberapa contoh KIPI atau efek samping Covid-19 yang paling umum terjadi seperti diantaranya nyeri, bengkak, dan kemerahan di area tempat suntikan.

Kemudian, Lelah dan tidak enak badan. Ada juga yang mengalami kondisi mual dan muntah serta demam, pusing, pegal hingga diare.

Tidak perlu panik dan khawatir jika Anda mengalami satu dari sekian kondisi tersebut. Kondisi-kondisi di atas umumnya bersifat sementara sebagai efek samping dari tubuh yang menerima vaksin.

Baca Juga: Efek samping vaksin Covovax, vaksin Covid-19 yang baru dapat izin darurat BPOM

Untuk itu, ada lima hal yang bisa dilakukan jika mengalami reaksi setelah melakukan vaksin, yakni:

  • Tetap tenang.
  • Jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, kompres dengan air dingin pada lokasi tersebut.
  • Jika terjadi demam, kompres atau mandi dengan air hangat. Kemudian perbanyak minum air putih dan istirahat.
  • Jika dibutuhkan, minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
  • Laporkan semua reaksi atau keluhan yang dialami setelah vaksinasi ke petugas kesehatan melalui nomor kontak yang tertera di kartu vaksinasi.

Segera hubungi petugas kesehatan jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari atau jika terjadi reaksi yang lebih berat.

Anda juga bisa melaporkan kejadian KIPI yang dialami ke Kementerian Kesehatan melalui https://keamananvaksin.kemkes.go.id/index.php/public/pelaporan.

Baca Juga: Berikut spesifikasi vaksin Covovax yang baru mendapat izin dari BPOM

Kendati demikian, ada sejumlah kondisi seseorang sebaiknya tidak menerima vaksin Covid-19 demi menghindari KIPI atau efek samping vaksin Covid-19, yaitu:

  • Orang dengan riwayat reaksi alergi berat terhadap kandungan vaksin Covid-19.
  • Orang yang sedang sakit atau sedang mengalami gejala COVID-19 (vaksinasi dapat dilakukan setelah sembuh dan dengan persetujuan dokter).
  • Orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat setelah menerima vaksin, atau memiliki obat yang dikonsumsi secara rutin, perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengikuti program vaksinasi.

Jangan lupa untuk selalu menerapkan secara disiplin 5M protokol kesehatan. Dimulai dari memakai maker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas demi kebaikan bersama.

Selain itu, saat akan menerima vaksin pastikan tubuh dalam keadaan sehat dan bugar.

Jangan lupa sampaikan pada tenaga kesehatan yang bertugas jika Anda memiliki kondisi khusus yang harus diperhatikan, seperti sedang mengandung atau mengalami gangguan kekebalan tubuh.

Selanjutnya: Anda wajib wapada, ini 5 bahaya asam lambung

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani
Terbaru