Penyakit Menular

Direktur Saraswanti Anugerah (SAMF) manfaatkan teknologi untuk cegah penularan corona

Kamis, 10 Desember 2020 | 07:20 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi
Direktur Saraswanti Anugerah (SAMF) manfaatkan teknologi untuk cegah penularan corona

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Di zaman yang serba modern ini, teknologi menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat. Teknologi pun bisa dimanfaatkan untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Kontan.co.id mencatat, ada banyak aplikasi yang saat ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk memaksimalkan pencegahan Covid-19. Salah satunya adalah Inarisk.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Badan Penanggulangan Becana Nasional (BNPB )tersebut  bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi gejala Covid-19. Pengguna dapat mengisi sejumlah pertanyaan sesuai dengan kategori yang tersedia, yaitu pribadi, keluarga, dan desa.

Dadang Suryanto, Direktur PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) menjadi salah seorang yang getol memanfaatkan teknologi dan aplikasi untuk meminimalisir penularan Covid-19. Dadang mengaku, dirinya sudah memiliki dua aplikasi yang membantunya menyediakan informasi mengenai perkembangan Covid-19.

Baca Juga: Tak celupkan jari ke tinta dan 15 hal baru pada Pilkada Serentak 2020

“Saya sudah install PeduliLindungi dan JAKI. Sebagai alert bila ke daerah tertentu,” aku Dadang, Rabu (9/12).

PeduliLindungi  sendiri adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Corona.

Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.

Sedangkan JAKI merupakan aplikasi serbaguna yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, JAKI bisa digunakan untuk mengecek gejala Covid-19 dengan teknologi berbasis machine learning dan pengguna bisa mendapatkan rekomendasi tes PCR di Puskesmas Jakarta.

Baca Juga: Efektifkah pemakaian face shield dari penyebaran Covid-19? Ini cerita para analis

Meski demikian, Dadang menilai penggunaan aplikasi saat ini belum  efektif untuk mengedukasi masyarakat terkait Covid-19. Ia menilai, sosialisasi terhadap aplikasi ini masih kurang digaungkan.” Sosialisasi hanya gencar di awal, padahal seharusnya semakin gencar karena yang terkena Covid-19 semakin banyak,”sambung dia.

Selain pemanfaatan aplikasi, Dadang juga memanfaatkan portal berita online dalam mencari informasi yang bertujuan untuk meredam pencegahan Covid-19. Pemanfaatan teknologi juga dilakukan Dadang ketika melakukan kontrol kesehatan ke Rumah Sakit atau fasilotas kesehatan.
Dadang mengaku, pernah menggunakan aplikasi kesehatan maupun fitur pemesanan online via website untuk melakukan booking. Pemesanan online ini dia lakukan tergantung situasi dan kondisi.

Selanjutnya: Korea Selatan konfirmasi kasus keenam flu burung di peternakan lokal

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru