kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Didiagnosis tipes, tapi ternyata Covid-19, apa penyebabnya?


Kamis, 07 Januari 2021 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. Didiagnosis tipes, tapi ternyata Covid-19, apa penyebabnya?. KONTAN/Muradi/2016/07/14


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Beberapa gejala tipes antara lain demam, ketidaknyamanan pencernaan seperti diare, mual dan muntah, serta badan yang terasa lemah. Jika Anda merasakan gejala tersebut, Anandika menyarankan untuk minum obat penurun panas dan obat mual yang dijual bebas terlebih dahulu sebagai langkah penanganan awal.

Selama masa perawatan, usahakan makan makanan lembut dan bergizi sehingga mudah dicerna dan diserap, seperti bubur atau sup. Jika dalam tiga hari tidak membaik, disarankan untuk pergi ke dokter. Penyebab utama tipes adalah bakteri.

Baca juga: Inilah tes Covid-19 tercepat di dunia, cukup 2 menit hasil akurat seperti PCR

Oleh karena itu, pasien membutuhkan obat antibiotik. "Antibiotik ini tidak bisa sembarangan, harus dipilih dan diresepkan oleh dokter," tambahnya. Ketika pergi ke dokter, pasien juga akan diarahkan jika perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Covid-19 Sering Dikira Tipes?",

Editor : Nabilla Tashandra

Selanjutnya: Awal 2021, zona merah corona di Indonesia 2021 turun, Jawa Tengah masih terbanyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×