Didi Kempot meninggal dunia, diduga serangan jantung

Selasa, 05 Mei 2020 | 09:22 WIB Sumber: Kompas.com
Didi Kempot meninggal dunia, diduga serangan jantung

ILUSTRASI. Didi Kempot meninggal dunia di Solo, Selasa (5/5/2020).


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia di RS Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5/2020). Penyanyi bernama asli Dionisius Prasetyo itu sempat dibawa ke rumah sakit tersebut dalam kondisi tak sadar. Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandez. 

"Datang dalam kondisi tak sadar. Kita lakukan upaya pertolongan semaksimal mungkin tapi akhirnya meninggal," ujar dia. "Betul, meninggal pagi ini di RS Kasih Ibu. Sudah saya cek ke dokter jaga," ujar dia. 

Sementara itu, kakak kandung Didi Kempot, Lilik, mengatakan dalam wawancara Kompas TV, adiknya semalam mengeluhkan sakit, terasa panas. "Semalam sedang mendengarkan lagu, terus bilang, ini kok panas. Nunggu di hotel dulu. Setelah satu jam, pulang, ke dokter dulu," kata Lilik menceritakan saat-saat terakhir bersama adiknya. 

Baca Juga: Didi Kempot tutup usia

Menurut Lilik, Didi Kempot tidak pernah mengeluh sakit sama sekali. Penyanyi legendaris itu juga tidak tercatat memiliki riwayat penyakit berat. Lilik mengatakan, Didi Kempot meninggal pukul 7.30 WIB di usia 53 tahun. Hingga saat ini almarhum masih di ruang jenazah. Sejauh ini, penyebab kematian Lord Didi diduga karena serangan jantung.

Untuk diketahui, beberapa serangan jantung ada yang muncul dengan sangat cepat dan intens. Dalam pemberitaan Kompas.com Sains edisi Rabu (20/11/2019), Dr dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA FSCAI, FAPSIC dari Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) dan Pokja Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengatakan, serangan jantung yang terjadi mendadak biasanya terjadi dalam waktu sangat singkat dan sulit tertolong. 

Baca Juga: Ternyata, ini penyebab banyak orang kembali positif corona usai dinyatakan sembuh

Sebagian kecil kasus kematian jantung mendadak tidak memiliki gejala apa pun. "Pada umumnya, kasus kematian jantung mendadak disebabkan oleh gangguan irama jantung yang mendadak konslet," imbuh dia. 

Irama jantung mendadak konslet maksudnya detak jantung seseorang tiba-tiba sangat cepat, yakni bisa berdetak 150 sampai 200 kali per menit. Padahal normalnya, jantung kita berdetak 60 sampai 80 kali per menit. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru