Penyakit Menular

Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin merajalela, kenali gejala penyakit mematikan ini

Jumat, 13 Maret 2020 | 11:24 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin merajalela, kenali gejala penyakit mematikan ini

ILUSTRASI. Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). Kegiatan hasil kerja sama Dinas Kesehatan dengan Pramuka Saka Bhakti Husada tersebut untuk mengantisip

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain virus corona, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga banyak diderita masyarakat. Agar tidak terlambat memberikan pertolongan, kenali gejala demam berdarah.

Mengutip dari Kompas.com, penderita demam berdarah di tanah air mencapai 17.820 orang per 11 Maret 2020.

Baca Juga: Kemenkes: 17.820 kasus DBD dan 104 meninggal sejak Januari hingga awal Maret

Umumnya virus dengue penyebab demam berdarah menyebar pesat saat musim penghujan. Maklum saja, saat musim hujan jadi waktu berkembang biak nyamuk aedes aegypti, pembawa virus. 

Nyamuk yang identik dengan warna badan hitam putih ini bertelur di genangan air. Susanti, Dokter Umum Balai Kesehatan Kompas Gramedia menyarankan Anda untuk menutup genangan air dan membersihkan lingkungan tempat tinggal. 

Jangan anggap enteng penyakit demam berdarah ini, sebab penyakit ini bisa merengut nyawa Anda. Penyakit demam berdarah bisa menyerang siapa saja, anak kecil hingga orang tua. 

Seseorang yang terinfeksi virus dengue ini sebaiknya segera di bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan intensif. Berikut gejala yang muncul pada seseorang yang menderita penyakit demam berdarah.  

Pertama, penderita mengalami demam tinggi selama dua sampai tujuh hari.

Kedua, penderita merasanya nyeri di bagian perut dan sekitar ulu hati. 

Ketiga, penderita merasakan sakit kepada dan nyeri di bagian belakang bola mata. 

Baca Juga: Begini cara gampang meningkatkan imun tubuh biar tak sakit di musim hujan

Keempat, penderita merasakan nyeri otot dan persendirian. 

Kelima, penderita mengalami muntah atau diare. 

Keenam, penderita mengalami pendarahan di bawah kulit berupa bintik-bintik merah. Asal tahu saja, bitik merah tersebut tidak hilang ketika Anda meregangkan kulit. 

Ketujuh, penderita mengalami mimisan, gusi berdarah, dan muntah darah. Gejala ini muncul bila penyakit demam berdarah semakin parah.

Bila Anda sudah terinfeksi virus dengue ini sebaiknya mulai mengatur jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi. 

"Sebenarnya tidak ada pantangan makan dan minum untuk penderita, tapi sebaiknya menghindari beberapa jenis makanan agar penyakit tidak makin parah," kata Dokter Santi. 

Berikut daftar makanan yang harus penderita demam berdarah hindari:

Makanan berminyak dan pedas

Penderita demam berdarah sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung minyak berlebih dan pedas. Makanan tersebut akan memicu rasa mual penderita.

Bila penderita mual dan muntah, dikhawatirkan tubuhnya akan semakin lemah karena kurang cairan.

Baca Juga: Apakah Anda penderita hepatitis B? Hindari makanan ini

Bila Anda penggemar bakso pedas, nasi padang, dan makanan sejenisnya sebaiknya dihindari dulu. Anda baru bisa menikmati makanan tersebut setelah sembuh dari demam berdarah

Minuman berkafein

Penderita demam berdarah sebaiknya tidak mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein. "Kafein membuat orang jadi ingin kencing melulu," ujar Dokter Santi.

Baca Juga: Jumlah korban meninggal akibat demam berdarah di NTT terus meningkat

Asal tahu saja, penderita demam berdarah membutuhkan banyak cairan selama masa pengobatan. Sebagai gantinya, si penderita bisa mengkonsumsi air kelapa.

Mengutip Tribunnews.com, air kelapa mengandung vitamin dan mineral yang mampu meningkatkan cairan tubuh si penderita.

Opsi lainnya, penderita disarankan untuk minum jus sayuran organik murni. Minuman tersebut mengandung vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Bila si penderita meminum jus sayuran secara rutin, bisa mempercepat proses pemulihan.   

Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru