Coklat Bisa Menjaga Kesehatan Jantung pada Penderita Diabetes, Benarkah?

Rabu, 06 Juli 2022 | 14:53 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Coklat Bisa Menjaga Kesehatan Jantung pada Penderita Diabetes, Benarkah?

ILUSTRASI. Coklat bisa membantu menjaga kesehatan jantung pada penderita diabetes.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan penelitian, coklat dengan kandungan flavanol menjga kesehatan jantung pada penderita diabetes. 

Minum secangkir coklat hangat dianggap bukanlah hal yang tepat untuk penderita diabetes. 

Baca Juga: 5 Teh Herbal yang Bikin Rontok Gula Darah Penderita Diabetes

Padahal, coklat memberikan manfaat untuk membantu pembuluh darah berfungsi lebih baik serta dianggap sebagai bagian dari diet sehat untuk mencegah penyakit kardiovaskular. 

Mengutip dari Science Daily, menurunkan hasil penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology (JACC) edisi 3 Juni, setelah pasien diabetes minum kakao flavanol yang diformulasikan khusus selama satu bulan, fungsi pembuluh darah berubah dari sangat terganggu menjadi normal. 

"Perawatan medis saja seringkalo tidak mencegah komplikasi diabetes yang berhubungan dengan aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular," kata Malte Kelm, M.D. Profesor dan Ketua Kardiologi, Pulmonologi dan Kedokteran Vaskular, University Hospital Aachen dan Technical University Aachen. 

Dalam penelitian ini Dr. Kelm dan rekan-rekannya terlebih dahulu menguji kelayakan penggunaan kakao flavanol tinggi untuk meningkatkan kesehatan jantung dengan mengamati pada tiga hari terpisah, efek kakao dengan jumlah flavanol yang bervariasi pada fungsi pembuluh darah pada 10 pasien dengan stabil, diabetes tipe 2. 

Bagian kedua, sebagian besar penelitian menguji efektivitas jangka panjang, konsumsi rutin kakao tinggi flavanol dibandingkan dengan kakao rendah flavanol pada 41 pasien dengan diabetes tipe 2 yang stabil. 

Pasien secara acak ditugaskan untuk minum kakao dengan baik 321 mg flavanol per porsi atau hanya 25 mg flavanol per porsi tiga kali sehari selama 30 hari. 

Kedua jenis kakao ini memiliki rasa dan tampilan yang sama, meskipun kandungan flavanolnya berbeda. 

Selain itu, baik pasien maupun peneliti tidak mengetahui jenis kakao mana yang diberikan kepada setiap pasien untuk diminum.

Fungsi pembuluh darah diuji pada hari pertama sebelum pasien mengkonsumsi kakao dan dua jam setelah meminum minuman tersebut. 

Pengujian diulang sebelum dan sesudah konsumsi kakao pada hari ke-8 dan hari ke-30.
 
Para peneliti menemukan bahwa pasien dengan diabetes tipe 2 memiliki respon FMD (fungsi pembuluh darah) yang sangat terganggu pada awal penelitian. 

Sebelum pasien mengonsumsi kakao apa pun, arteri brakialis rata-rata hanya melebar 3,3 persen. Dua jam setelah minum kakao flavanol tinggi, respons FMD adalah 4,8 persen.

Namun, seiring waktu, temuan itu membaik. Setelah pasien minum kakao flavanol tinggi tiga kali sehari selama delapan hari, respon FMD rata-rata meningkat menjadi 4,1 persen pada awal dan 5,7 persen dua jam setelah konsumsi kakao. 

Pada hari ke 30, respons FMD telah meningkat menjadi 4,3 persen pada awal dan 5,8 persen setelah konsumsi kakao. Semua perbaikan sangat signifikan secara statistik.

Di antara pasien yang mengonsumsi kakao rendah flavanol, tidak ada perbedaan signifikan dalam respons FMD awal dari waktu ke waktu, atau respons FMD setelah konsumsi kakao pada hari ke 8 dan 30.

Pengukuran FMD dapat memberikan informasi berharga tentang kesehatan kardiovaskular seseorang. 

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dengan respons FMD yang terganggu memiliki peningkatan risiko serangan jantung, perlunya operasi bypass atau prosedur kateter untuk membuka arteri koroner yang tersumbat, dan bahkan kematian akibat penyakit jantung.

Dr. Kelm berspekulasi bahwa flavanol kakao meningkatkan respons FMD dengan meningkatkan produksi oksida nitrat, sinyal kimia yang memberi tahu arteri untuk rileks dan melebar sebagai respons terhadap peningkatan aliran darah.

Baca Juga: Sayuran Ini Efektif Merontokkan Kolesterol dan Gula Darah Tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru