China siaga! Muncul lagi wabah bubonic plague alias Kematian Hitam di Mongolia

Senin, 06 Juli 2020 | 13:55 WIB Sumber: BBC
China siaga! Muncul lagi wabah bubonic plague alias Kematian Hitam di Mongolia

ILUSTRASI. Ilustrasi rumah sakit.


Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Ulaanbaatar, ibu kota Mongolia, mengatakan kepada BBC bahwa daging dan ginjal marmut mentah dianggap sebagai obat tradisional untuk kesehatan yang baik.

Baca Juga: Kenapa banyak dokter & perawat corona di Jawa Timur meninggal dunia? Ini analisa IDI

Hewan pengerat dikenal sebagai pembawa bakteri wabah, dan umumnya dikaitkan dengan kasus wabah di negara ini. Berburu marmut adalah ilegal.

Wabah pes ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Mungkin sulit untuk mengidentifikasi pada tahap awal karena gejala  yang biasanya berkembang setelah tiga hingga tujuh hari itu mirip flu.

Tapi sepertinya wabah pes -yang juga dikenal sebagai Black Death atau Kematian Hitam- tidak akan menyebabkan epidemi.

Baca Juga: Kementan tegaskan penyakit pada babi di Indonesia bukan flu babi

"Tidak seperti di abad ke-14, kita sekarang memiliki pemahaman tentang bagaimana penyakit ini ditularkan," jelas Dr Shanti Kappagoda, seorang dokter penyakit menular di Stanford Health Care, mengatakan kepada situs berita Heathline.

Dia menambahkan, "Kami tahu cara mencegahnya. Kami juga dapat merawat pasien yang terinfeksi dengan antibiotik yang efektif."

Kematian Hitam menyebabkan sekitar 50 juta kematian di seluruh Afrika, Asia dan Eropa pada abad ke-14.

Wabah terakhir yang menakutkan di London adalah Wabah Besar tahun 1665, yang menewaskan sekitar seperlima penduduk kota. Pada abad ke-19, terjadi wabah penyakit di China dan India, yang menewaskan lebih dari 12 juta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru