HOME

Saat isolasi mandiri akibat Covid-19, apa saja yang perlu dilakukan?

Senin, 31 Mei 2021 | 08:50 WIB   Reporter: Nur Qolbi
Saat isolasi mandiri akibat Covid-19, apa saja yang perlu dilakukan?

ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Virus Covid-19 masih merebak di Indonesia. Sejak kasus pertama terkonfirmasi pada 2 Maret 2020, pemerintah mencatat lebih dari 1,8 juta kasus positif Covid-19 dengan lebih dari 1,6 juta sembuh dan 50.000 lebih meninggal dunia.

Bagi orang-orang yang terinfeksi virus Covid-19, isolasi mandiri menjadi salah satu pilihan untuk memutus rantai penyebaran virus selain perawatan di rumah sakit.

Sebagai penyintas Covid-19, Ratna Ningrum, profesional di salah satu perusahaan konstruksi, ingin berbagi pengalamannya menjalankan isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga: Pemerintah perpanjang PPKM mikro di seluruh provinsi

Sekitar awal Januari 2021, Ratna dan suaminya dinyatakan terinfeksi Covid-19. Karena adanya gangguan di bagian lambung, Ratna mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina Simprug selama sepuluh hari pertama, lalu lanjut melakukan isolasi mandiri selama 13 hari.

Sementara suaminya diperbolehkan isolasi mandiri di rumah karena memperlihatkan gejala yang lebih ringan. Dalam waktu satu minggu, suami Ratna langsung negatif Covid-19.

Pada saat melakukan isolasi mandiri di rumah, demi mencegah penularan kepada anggota keluarga yang lain, Ratna menempati satu kamar di lantai 1 rumahnya yang memiliki kamar mandi dalam.

Untuk sementara, suaminya tidur dan beraktivitas terpisah dengannya yakni di ruang keluarga di lantai 1, sedangkan anak-anak dan asisten rumah tangga (ART) di lantai 2 rumahnya.

Editor: Yudho Winarto
Terbaru