kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.915.000   44.000   2,35%
  • USD/IDR 16.400   0,00   0,00%
  • IDX 7.142   47,86   0,67%
  • KOMPAS100 1.041   10,44   1,01%
  • LQ45 812   9,62   1,20%
  • ISSI 224   0,88   0,39%
  • IDX30 424   4,46   1,06%
  • IDXHIDIV20 504   1,88   0,37%
  • IDX80 117   1,34   1,15%
  • IDXV30 119   0,16   0,14%
  • IDXQ30 139   1,43   1,04%

Cemas pandemi corona, begini mimpi buruk yang orang alami saat tidur


Kamis, 30 April 2020 / 01:00 WIB
Cemas pandemi corona, begini mimpi buruk yang orang alami saat tidur


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Mimpi yang konsisten telah menyebabkan peningkatan insomnia. Menurut survei yang SleepHelp.org lakukan, sebanyak 22% responden mengatakan, mereka memiliki kualitas tidur yang buruk sejak pandemi virus corona bergulir.

Di antara kekhawatiran yang membuat orang tidak tidur, takut terinfeksi virus corona adalah salah satu alasan utama bagi 14% responden. Liputan berita yang menyoroti aspek negatif dari pandemi mengkhawatirkan sepertiga responden, karena sumber daya kesehatan yang kurang dan kondisi ekonomi yang sulit.

Karena kebanyakan orang bekerja dari rumah sambil menjaga anak-anak mereka, tidur tujuh jam menjadi tantangan. Kurang tidur bisa  melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan tingkat stres meningkat. 

Baca Juga: Sedih, dokter di AS bunuh diri diduga stres hadapi wabah corona

“Banyak masalah yang akan kita lihat di sekitar pandemi virus corona terkait dengan kecemasan umum, terutama insomnia," kata Logan Foley, Redaktur Pelaksana SleepHelp.org, seperti dikutip Medical Daily.

"Ini bisa diperburuk dengan bekerja di tempat tidur, terjebak dengan pasangan atau orang penting lainnya di tempat yang sempit terlalu lama, dan dengan tidak bisa bertahan pada waktu yang konsisten,” ujar Foley.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×