kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Cemas pandemi corona, begini mimpi buruk yang orang alami saat tidur


Kamis, 30 April 2020 / 01:00 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Tingkat kecemasan melonjak selama pandemi virus corona, menghalangi tidur nyenyak. Sering terbangun di tengah malam karena kualitas tidur yang menurun menyebabkan orang mengingat mimpi dengan lebih jelas. 

Juga, emosi yang kuat bisa mengubah isi mimpi seseorang menjadi lebih buruk. Ini merupakan hasil analisis Deirdre Barrett, asisten profesor psikologi di Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS), tentang mimpi orang saat pandemi virus corona.

Dia memulai penelitian pada Maret lalu, dan sekarang memiliki catatan 6.000 mimpi dari survei 2.400 orang. Anehnya, beberapa orang mendapatkan representasi metaforis dari ketakutan dalam mimpi mereka, seperti serangga dengan taring dan elemen supranatural. 

Baca Juga: Virus corona lebih dominan berdampak ke pria ketimbang wanita, kenapa?

Tapi, melansir Medical Daily, hasil penelitian Barrett menunjukan, ada orang yang punya mimpi terburuk: penembakan massal, orang-orang dengan batuk keras secara terus menerus tanpa ada jarak sosial, dan sejenisnya.

Yang paling trauma adalah petugas medis garis depan, yang mimpinya mencerminkan perasaan bersalah karena tidak mampu menyelamatkan nyawa pasien Covid-19. Dalam mimpinya, mereka juga menyalahkan diri sendiri karena menularkan virus kepada keluarga dekat.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×