Tips Sehat

Cegah penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan cara berikut

Rabu, 18 Maret 2020 | 16:06 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Cegah penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan cara berikut

ILUSTRASI. Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). Kegiatan hasil kerja sama Dinas Kesehatan dengan Pramuka Saka Bhakti Husada tersebut untuk mengantisip

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim hujan tiba Demam Berdarah Dengue (DBD) jadi momok masyarakat. DBD bisa mengancam nyawa seseorang, namun Anda bisa mencegahnya dengan cara berikut. 
 
Mengutip dari Kompas.com, penderita demam berdarah di tanah air mencapai 17.820 orang dari Januari sampai 11 Maret 2020.

Baca Juga: Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin merajalela, kenali gejala penyakit mematikan ini

Umumnya virus dengue penyebab demam berdarah menyebar pesat saat musim penghujan. Maklum saja, saat musim hujan jadi waktu berkembang biak nyamuk aedes aegypti, pembawa virus. 

Jangan anggap enteng penyakit demam berdarah ini, sebab penyakit ini bisa merengut nyawa Anda. Penyakit demam berdarah bisa menyerang siapa saja, anak kecil hingga orang tua. 

Seseorang yang terinfeksi virus dengue ini sebaiknya segera di bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan intensif. Gejala awal yang muncul pada seseorang yang menderita penyakit demam berdarah.  

Penderita mengalami demam tinggi selama dua sampai tujuh hari. Penderita merasanya nyeri di bagian perut dan sekitar ulu hati. 

Penderita merasakan sakit kepada dan nyeri di bagian belakang bola mata. Penderita merasakan nyeri otot dan persendirian. 

Penderita mengalami muntah atau diare. Penderita mengalami pendarahan di bawah kulit berupa bintik-bintik merah. Asal tahu saja, bitik merah tersebut tidak hilang ketika Anda meregangkan kulit. 

Penderita mengalami mimisan, gusi berdarah, dan muntah darah. Gejala ini muncul bila penyakit demam berdarah semakin parah.

Meski mematikan, Anda bisa melakukan pencegahan agar tidak sampai terinfeksi DBD. Berikut cara pencegahan yang bisa Anda lakukan. 

1. Menguras 

Anda sebaiknya menguras dan membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, vas bunga, kolam, dan lainnya. Usahakan Anda membersihkan tempat-tempat tersebut minimal satu kali seminggu. 

Asal tahu saja, nyamuk aedes aegypti menyukai genangan air. Mereka akan bertelur di tempat tersebut. 

2. Menutup 

Selanjutnya, Anda tutup rapat-rapat semua tempat penampungan air seperti gentong air dan lainnya. Opsi lainnya, Anda bisa memposisikan ember terbalik agar tidak ada genangan air di dalamnya. 

Baca Juga: Musim hujan dan banjir, lakukan tip berikut agar badan tetap sehat

3. Mendaur ulang atau mengubur barang bekas. 

Anda bisa memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas seperti kaleng dan botol bekas. Anda bisa memanfaatkan barang bekas tersebut sebagai pot bunga atau lainnya. 

Selain mengurangi tempat-tempat yang berpotensi menjadi wadah air, daur ulang tersebut bisa mengurangi jumlah sampah plastik. 

Opsi lainnya, Anda bisa mengubur barang bekas yang tidak bisa didaur ulang. Anda pastikan mengubur barang-barang tidak terpakai tersebut cukup dalam. 

4. Memantau 

Langkah selanjutnya, Anda wajib memantau jentik-jentik nyamuk pembawa penyakit demam berdarah ini. Bila Anda menemukan sarang nyamuk aedes aegypti segera bersihkan.

Selain itu, Anda sebaiknya menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air. Anda juga bisa menggunakan obat anti nyamuk untuk mengusir nyamuk yang datang. 

Cara lainnya, Anda sebaiknya membuka jendela dan pintu rumah agar sirkulasi udara tetap baik. 

Bila perlu Anda pasang kelambu di tempat tidur. Kelambu tersebut bisa mencegah nyamuk mengigit Anda ketika tidur di siang atau malam hari. 

Yang tidak kalah penting, Anda harus menjaga kebersihan badan dengan mandi teratur. 

Baca Juga: Vitamin C meningkatkan imun dan bisa mencegah penularan virus corona, benarkah?


Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru