Penyakit Menular

Catat, inilah gejala cacar air dan cara mengobatinya

Rabu, 23 September 2020 | 12:51 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Catat, inilah gejala cacar air dan cara mengobatinya

ILUSTRASI. Kemunculan gejala cacar air bisa dihindari dengan vaksin.


KONTAN.CO.ID - Cacar air merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicellazoster. Umumnya, penyakit ini bisa menulari seseorang yang belum pernah terinfeksi dan belum mendapat vaksin.

Anda perlu mengetahui gejala cacar air yang muncul agar bisa melakukan perawatan yang tepat.

Gejala cacar air

Cacar air muncul dalam bentuk ruam dengan gelembung air yang menimbulkan rasa gatal di kulit. Mengutip dari Mayo Clinic, kondisi itu muncul 10 hingga 21 hari setelah tubuh terinfeksi virus dan akan berlangsung selama lima hingga 10 hari.

Sebelum ruam terbentuk, ada beberapa gejala cacar air lain yang bisa Anda rasakan. Mulai dari demam, sakit kepala, kelelahan, hingga kehilangan nafsu makan. Setelah gejala ini muncul, cacar air mulai keluar.

Pada tahap pertama, cacar air muncul dalam bentuk ruam merah atau merah muda. Setelah itu, ruam akan memiliki gelembung air yang bisa pecah. Ruam yang sudah pecah akan mengering dan sembuh dalam beberapa hari.

Baca Juga: Antisipasi cacar monyet pada moda transportasi

Anda bisa menularkan cacar air ke orang lain dalam waktu 48 jam. Penyakit ini memang sering muncul di permukaan kulit, tapi tak menutup kemungkinan cacar air bisa muncul di bagian tubuh lain. Misalnya, tenggorokan, mata, dan anus.

Cara mengobati gejala cacar air

Gatal merupakan gejala cacar air yang bisa disembuhkan dengan losion.

Melansir dari Southern Cross, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejala cacar air. Pertama, Anda bisa menggunakan obat antivirus, seperti acyclovir. Selain itu, Anda perlu membatasi kegiatan agar tak menularkan penyakit ke orang lain.

Cacar air bisa diobati dengan banyak istirahat. Anda bisa mengurangi rasa gatal akibat cacar air menggunakan losion kalamin, sedangkan demam bisa Anda atasi dengan mengonsumsi paracetamol. Agar penyakit tak semakin parah, kebersihan diri juga perlu diperhatikan.

Jangan lupa untuk menggunting kuku dan rajin mencuci tangan. Anda juga bisa menggunakan pakaian longgar agar gejala cacar air berkurang.

Baca Juga: Ini beda cacar air dan campak

Cara mencegah munculnya gejala cacar air

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan, cara mencegah cacar air terbaik adalah menggunakan vaksin. Vaksin cacar air bisa melindungi tubuh dari infeksi virus hingga 98%.

Meski masih ada kemungkinan terinfeksi, Anda tak akan mengalami cacar air parah jika menggunakan vaksin.

Selanjutnya: Bukan corona, berikut 10 virus paling mematikan di Bumi

Editor: Belladina Biananda


Terbaru