Penyakit Menular

Bukan corona, berikut 10 virus paling mematikan di Bumi

Selasa, 17 Maret 2020 | 16:08 WIB   Reporter: kompas.com
Bukan corona, berikut 10 virus paling mematikan di Bumi

ILUSTRASI. Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang pasien AS yang terinfeksi. Para ahli menambahkan gambar agar lebih tampak.

KONTAN.CO.ID - Data World Health Organization (WHO) membuktikan, mayoritas pasien virus corona baru yang tersebar di berbagai dunia berhasil sembuh. Dari angka infeksi mencapai 157.476 orang di 155 negara per 15 Maret lalu, angka kesembuhan mencapai 75.953 orang. 

Secara virologi, jenis virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 memang tidak terlalu mematikan. Sedikitnya, ada 10 virus lainnya yang lebih mematikan dibanding virus corona baru, melansir Live Science, yakni sebagai berikut: 

1. Marburg 

Para ilmuwan menemukan virus Marburg pada 1967, saat outbreak dalam skala kecil merebak di antara para pekerja di Jerman. Mereka terkena infeksi dari monyet yang dibawa dari Uganda. 

Marburg mirip dengan Ebola, yang menyebabkan demam tinggi. Demam yang sangat tinggi ini kerap menimbulkan syok, gagal organ, kemudian kematian. 

Angka kematian pada outbreak pertama bahkan mencapai 25%. Namun, pada 1998-2000, angka kematiannya mencapai 80% saat terjadi outbreak di Kongo. 

Baca Juga: Mengenal gejala awal terjangkit virus corona dari hari ke hari

2. Ebola 

Outbreak Ebola pertama pada manusia diketahui terjadi di Sudan dan Kongo, tepatnya pada 1976. Ebola ditularkan lewat kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, serta kontak langsung dari orang atawa hewan yang terinfeksi. 

Terdapat lebih dari satu jenis virus Ebola, dan tingkat bahayanya bervariasi. Elke Muhlberger, pakar virus Ebola di Boston University, menjelaskan, salah satu jenis virus, Ebola Reston, tidak membuat orang sakit. 

Namun, jenis Bundibugyo memiliki tingkat kematian sampai 50%, bahkan sampai 71% saat outbreak di Kongo.

3. Rabies 

Meski pada 1920-an vaksin rabies telah ditemukan, kasusnya masih sangat banyak di India dan Afrika. “Virus rabies menghancurkan sel-sel otak. Penyakit yang sangat, sangat parah,” tutur Muhlberger. 

Sejatinya, manusia punya antibodi untuk memerangi rabies. Tapi, jika hewan tidak divaksin rabies dan terkena virus, kemudian menggigit kita, “Hampir bisa dipastikan 100% Anda akan meninggal,” lanjut dia. 

Baca Juga: Catat, ini daftar barang yang tidak harus Anda borong saat wabah corona

Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru