Catat! Ini 7 penyebab gula darah rendah yang tidak boleh disepelekan

Kamis, 02 September 2021 | 16:45 WIB Sumber: Kompas.com
Catat! Ini 7 penyebab gula darah rendah yang tidak boleh disepelekan

ILUSTRASI. Gula darah rendah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gula darah rendah sama bahayanya dengan gula darah tinggi. Kenali sederet penyebab gula darah rendah berikut ini.  

Dalam dunia medis, kondisi tubuh saat gula darah terlalu rendah ini dikenal dengan istilah hipoglikemia. Gula darah seseorang dapat dianggap rendah jika turun di bawah 70 mg/dL. 

Baca Juga: Mengandung vitamin dan mineral, gula aren baik untuk penderita diabetes?

Merangkum WebMD, hipoglikemia yang tidak diobati di antaranya dapat menyebabkan sejumlah masalah, seperti: 

  • Kejang Hilang kesadaran 
  • Kematian 

Hipoglikemia juga dapat berkontribusi pada kondisi berikut: 

  • Pusing dan lemas 
  • Jatuh 
  • Cedera 
  • Kecelakaan kendaraan bermotor 
  • Risiko demensia lebih besar pada orang dewasa yang lebih tua 

Seiring waktu, episode hipoglikemia yang berulang dapat menyebabkan ketidaksadaran hipoglikemia. 

Tubuh dan otak tidak lagi menghasilkan tanda dan gejala yang memperingatkan gula darah rendah, seperti gemetar atau detak jantung tidak teratur. Ketika ini terjadi, risiko hipoglikemia parah yang mengancam jiwa meningkat. 

Oleh sebab itu, kondisi gula darah rendah layak diantisipasi dengan memerhatikan setiap faktor penyebabnya. 

Penyebab gula darah rendah 

Hipoglikemia terutama memengaruhi penderita diabetes, terlebih yang menggunakan metode pengobatan dengan terapi insulin. 

Tapi tetap saja, seseorang yang tidak menderita diabetes juga bisa mengalami gula darah rendah. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab gula darah rendah: 

1. Diabetes 

Merangkum Mayo Clinic, jika Anda menderita diabetes, Anda mungkin tidak membuat cukup insulin (diabetes tipe 1) atau Anda mungkin kurang responsif terhadapnya (diabetes tipe 2). 

Akibatnya, glukosa cenderung menumpuk di aliran darah dan dapat mencapai tingkat yang sangat tinggi. 

Untuk memperbaiki masalah ini, Anda mungkin menggunakan insulin atau obat lain untuk menurunkan kadar gula darah. 

Tetapi terlalu banyak insulin atau obat diabetes lainnya dapat menyebabkan kadar gula darah Anda turun terlalu rendah, menyebabkan hipoglikemia. 

Hipoglikemia juga dapat terjadi jika Anda makan lebih sedikit dari biasanya setelah minum obat diabetes, atau jika Anda berolahraga lebih dari biasanya. 

2. Efek samping pengobatan 

Mengonsumsi obat diabetes oral oleh orang lain (bukan penderita diabetes) secara tidak sengaja merupakan kemungkinan penyebab hipoglikemia. 

Obat lain dapat menyebabkan hipoglikemia, terutama pada anak-anak atau pada penderita gagal ginjal. 

Salah satu contohnya adalah kina (Qualaquin), yang digunakan untuk mengobati penyakit malaria. 

3. Minum alkohol berlebihan 

Minum banyak minuman tanpa makan dapat menghalangi hati Anda melepaskan glukosa yang tersimpan ke dalam aliran darah Anda, menyebabkan hipoglikemia. 

4. Beberapa penyakit kritis 

Penyakit hati yang parah seperti hepatitis atau sirosis parah dapat menyebabkan hipoglikemia. 

Gangguan ginjal, yang dapat menghalangi tubuh Anda untuk mengeluarkan obat dengan benar, dapat memengaruhi kadar glukosa karena penumpukan obat tersebut. 

5. Kelaparan jangka panjang 

Kelaparan jangka panjang, seperti yang dapat terjadi pada kelainan pola makan anoreksia nervosa, dapat mengakibatkan terlalu sedikit zat yang dibutuhkan tubuh untuk membuat glukosa. 

6. Produksi insulin berlebih 

Tumor pankreas yang langka (insulinoma) dapat menyebabkan Anda memproduksi terlalu banyak insulin, yang mengakibatkan hipoglikemia. 

Tumor lain juga dapat menghasilkan terlalu banyak produksi zat seperti insulin. Pembesaran sel-sel pankreas yang memproduksi insulin dapat mengakibatkan pelepasan insulin yang berlebihan sehingga menyebabkan hipoglikemia. 

7. Kekurangan hormon 

Kelainan kelenjar adrenal dan tumor hipofisis tertentu dapat menyebabkan kekurangan hormon utama yang mengatur produksi glukosa. 

Anak-anak dapat mengalami hipoglikemia jika mereka memiliki terlalu sedikit hormon pertumbuhan. 

Jangan ragu untuk segera menghubungi dokter ketika Anda atau anak Anda mengalami kondisi yang dicurigai sebagai gejala gula darah rendah. 

Dokter dapat membantu Anda memastikan apakah Anda mengalami hipoglikemia atau tidak dengan pemeriksaan kadar gula darah. 

Dokter juga bisa memberikan pengobatan yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda. (Irawan Sapto Adhi) 

Baca Juga: 5 Obat batuk pilek alami yang mudah dibuat sendiri di rumah

Selanjutnya: Ingin tubuh tetap sehat sampai tua? Ketahui nilai kadar kolesterol normal

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Penyebab Gula Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai", 

Editor: Tri Sulistiowati
Terbaru