Cara menjaga kesehatan pasca sembuh dari Covid-19

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:56 WIB   Reporter: Achmad Jatnika, Avanty Nurdiana, Dimas Andi, Dina Mirayanti Hutauruk
Cara menjaga kesehatan pasca sembuh dari Covid-19

ILUSTRASI. Setelah sembuh dari Covid-19, para penderita harus tetap menjaga kesehatan dan melakukan protokol kesehatan yang ketat. Tribunnews/Jeprima

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, para penderita harus tetap menjaga kesehatan dan melakukan protokol kesehatan yang ketat. Waktu terbentuknya imunitas atau kekebalan alami setelah terkena Covid-19 berbeda pada setiap orang. 

Karena itu, risiko terinfeksi Covid-19 lagi masih besar. Apalagi dengan adanya varian baru Covid-19 yang bisa menyerang imunitas para penyitas. Selang waktu terjadinya terinfeksi kembali alias reinfeksi sangat bervariasi, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah dinyatakan sembuh. 

Cara menjaga imunitas setelah sembuh Covid-19 
1. Konsumsi makanan bergizi (tinggi protein, antioksidan, 
    vitamin dan mineral) 
2. Tidur cukup 
3. Olahraga teratur 
4. Hindari rokok dan alkohol 
5. Manajemen stress 
6. Melakukan vaksinasi 

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 per 24 Oktober: Ada penambahan vaksinasi 1,51 juta dosis

Saat berolahraga, penyintas Covid-19 bisa saja kesulitan. Karena itu, hal berikut bisa dilakukan sebagai panduan: 
1. Lakukan pemanasan dan pendinginan 
2. Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman 
3. Tunggu satu jam setelah makan sebelum berolahraga 
4. Minum banyak air 
5. Hindari berolahraga dalam cuaca yang sangat panas 
6. Olahraga dalam ruangan bila cuaca sangat dingin

Penyintas Covid-19 bisa saja terinfeksi kembali. Karena itu, seorang penyintas perlu selalu menjaga imunitas dengan makan-makanan bergizi dan rajin berolahraga. Tentunya juga selalu menerapkan protokol kesehatan. Meski memiliki kekebalan tubuh, vaksinasi juga harus dilakukan para penyintas demi menambah sistem kekebalan tubuh. 

Penyintas Perlu Vaksinasi 

Terserang virus korona menjadi pengalaman yang buruk bagi para penderita. Terlebih, belum ada kepastian kapan pandemi Covid-19 berakhir. Artinya, ketika sembuh, penyintas masih bisa terinfeksi virus kembali.

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman menyampaikan, penyintas yang sempat memiliki gejala Covid-19 memiliki kekebalan alami terhadap virus corona dua-tiga bulan pasca tertular. Tapi, kekebalan alami penyintas, termasuk orang tanpa gejala, relatif rendah.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Pfizer efektif 91% cegah penularan Covid-19 bagi anak-anak

Jadi, ketika durasi kekebalan alami yang dimiliki penyintas berakhir, maka tubuh bakal lebih rentan untuk tertular kembali Covid-19. Maka vaksinasi penting dilakukan. Beberapa riset membuktikan pemberian dosis pertama vaksin Covid-19 sudah cukup memberikan proteksi bagi seseorang ketimbang tidak vaksin sama sekali. 

Walau begitu, akan lebih baik jika vaksinasi secara penuh alias dua kali penyuntikan."Setelah dua atau tiga minggu pasca isoman dan tidak ada keluhan gejala, sebenarnya sudah bisa divaksin," ujar Dicky, kemarin. 

Para penyintas juga harus menerapkan protokol kesehatan ketat ketika beraktivitas. Pola hidup sehat seperti makan-makanan bergizi, olahraga rutin, dan istirahat mesti terus dilakukan. Pasalnya, para penyintas perlu mengembalikan kondisi kebugaran tubuh. 

Menjaga Protokol Kesehatan

Gelombang ketiga pandemi Covid-19 bisa saja kembali melanda Indonesia. Beberapa negara dengan tingkat vaksinasi tinggi, seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Israel mengalami hal tersebut. Para penyintas Covid-19 pun bisa terinfeksi lagi. 

Iqbal Ramadhan , seorang penyintas Covid-19, mengatakan, vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan menjadi hal utama. Olahraga juga menurut dia menjadi hal yang penting agar tidak terinfeksi kembali. "Biarpun mau seketat apa kalau lingkungan terdekat terinfeksi bakalan susah menghindar," ujar Iqbal.

Sejatinya, saat Iqbal didiagnosa positif Covid-19, gejalanya tidak terlalu parah, karena sudah vaksinasi tahap pertama. Seperti kehilangan penciuman (anosmia) dan gejala demam dirasakannya.

"Saat isoman pun sulit untuk memenuhi kebutuhan, harus pesan dan itu lumayan merogoh kocek, sehingga mungkin saya lebih merasakan berat di bagian pengeluaran selama isoman," kata Iqbal Sabtu (23/10).

Baca Juga: Gelar vaksinasi door-to-door, pemerintah kejar target kekebalan kelompok

Penyintas Covid-19 lain, Hendra Fordinanto, berkisah, ia juga masih waswas bila sampai terkena Covid-19 kembali. Hingga saat ini, dia masih menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. "Saya tetap mengurangi bertemu tatap muka dengan orang yang belum dikenal," kisahnya.

Editor: Avanty Nurdiana
Terbaru