CLOSE [X]

Gelar vaksinasi door-to-door, pemerintah kejar target kekebalan kelompok

Minggu, 24 Oktober 2021 | 11:12 WIB Sumber: covid19.go.id
Gelar vaksinasi door-to-door, pemerintah kejar target kekebalan kelompok

ILUSTRASI. Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19.ke seorang pelajar SMP di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (12/10/2021). ANTARA FOTO/Feny Selly/hp.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menggulirkan strategi jemput bola dalam program vaksinasi Covid-19. Untuk meningkatkan jumlah penerima vaksin, pemerintah melakukan vaksinasi dari pintu ke pintu sejak bulan ini. 

“Ini untuk mempercepat capaian vaksinasi secara nasional. Karena kita berharap, kita targetkan di akhir tahun nanti lebih dari 70% penduduk kita telah divaksinasi,” tutur Presiden Joko Widodo, seperti dikutip dalam artikel yang diunggah di covid19.go.id.

Upaya vaksinasi Covid-19 dari rumah ke rumah ini telah berlangsung di Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung. Progam ini juga berlangsung di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.

Jumlah penduduk Indonesia menurut data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terbaru, yaitu per Juni 2021, sebanyak 272.229.321. Itu berarti, target jumlah penerima vaksin per akhir tahun ini berkisar 190,56 juta penduduk.

Baca Juga: Cara dapat kartu verifikasi vaksin non-Indonesia bagi WNI dan WNA

Untuk mencapai angka tersebut, pemerintah memang perlu bergegas dalam menggulirkan program vaksinasi. Mengutip data vaksinasi yang termuat dalam situs covid19.go.id, per Sabtu (23/10) jumlah penerima vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 112.271.228. Namun jumlah penerima vaksin hingga dosis kedua baru 67.165.732. Atau, sepertiga dari angka target di akhir tahun.

Jumlah sasaran vaksinasi Covid-19 yang ditetapkan pemerintah masih lebih tinggi lagi daripada target di akhir tahun. Mengutip angka yang diunggah di covid19.go.id, jumlah penerima vaksin Covid-19 ditargetkan sebanyak 208.265.720. Angka itu setara 76,5% dari jumlah penduduk.

Target persentase penduduk yang divaksinasi itu di atas kisaran herd immunity yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memutus peredaran virus corona. Bahkan, target persentase penduduk yang divaksin di akhir tahun pun sudah melampaui kisaran yang disarankan WHO.

Dalam artikel yang diunggah di situs resmi WHO, Soumya Swaminathan, kepala peneliti WHO, menyatakan, virus corona baru bisa diredam apabila kekebalan kelompok setara dengan kisaran 60%-70% dari populasi. Swaminathan menuturkan, kekebalan itu diperoleh melalui vaksinasi karena vaksin melatih sistim imun tubuh untuk menciptakan protein, yang biasa disebut antibodi, untuk melawan penyakit. 

Upaya meredam penyebaran virus ini masih relevan karena di seluruh negara, baru 10% dari penduduk teleh terinfeksi virus corona. Data penelitian seroprevalensi dari berbagai negara juga menunjukkan kurang dari 10% subjek yang pernah terinfeksi virus.

Itu artinya, sebagian besar penduduk masih rentan terinfeksi virus corona. Sebagian besar penduduk dunia juga masih menghadapi risiko mengalami gejala berat saat terinfeks. Itu sebabnya, WHO menyatakan, mencapai kekebalan kelompok vaksin yang aman dan efektif membuat penyakit semakin jarang dan menyelamatkan nyawa. 

Baca Juga: Aturan terkini syarat perjalanan dalam negeri moda transportasi darat, laut, & udara

Untuk memastikan vaksinasi bisa bergulir lancar, dan herd immunity tercapai, ketersediaan vaksin merupakan syarat. Dalam catatan pemerintah, sudah ada 98 tahap kedatangan vaksin, dalam bentuk jadi maupun bahan baku, di negeri ini. 

Dalam dua tahap terakhir, yaitu tahap ke-97 dan ke-98, pada Sabtu (22/10) kemarin, Indonesia menerima total 2.027.690 dosis vaksin. Perinciannya, 1.182.870 dosis vaksin Covid-19 Pfizer dari skema pembelian langsung dan 844.820 dosis vaksin AstraZeneca yang merupakan hibah Pemerintah Jepang. 

Hingga tahap ke-98, total vaksin Covid-19, dalam bentuk jadi maupun bahan baku, yang sudah tiba di Indonesia mencapai sekitar 291 juta dosis. 

Jadi, jangan menyia-nyiakan kesempatan kesempatan untuk divaksin. Jangan alpa juga melakukan protokol kesehatan: menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. 

Selanjutnya: Di tengah turunnya kasus Covid-19, intip rekemondasi saham emiten farmasi

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Thomas Hadiwinata

Terbaru