kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cara Mengetahui Penyakit Diabetes Melitus Sejak Dini, Bocoran dari Kemenkes


Sabtu, 24 Desember 2022 / 09:06 WIB
Cara Mengetahui Penyakit Diabetes Melitus Sejak Dini, Bocoran dari Kemenkes
ILUSTRASI. Diabetes melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, penyakit diabetes melitus menjadi momok bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, diabetes melitus disebut-sebut sebagai silent killer. 

Melansir laman Kementerian Kesehatan RI, Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. 

Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (WHO, 1999).

Nah, diabetes seringkali muncul tanpa gejala. Namun demikian ada beberapa gejala yang harus diwaspadai sebagai syarat kemungkinan diabetes. Gejala tipikal yang sering dirasakan penderita diabetes antara lain poliuria (sering buang air kecil), polidipsia (sering haus), dan polifagia (banyak makan/ mudah lapar). 

Selain itu sering pula muncul keluhan penglihatan kabur, koordinasi gerak anggota tubuh terganggu, kesemutan pada tangan atau kaki, timbul gatal-gatal yang seringkali sangat mengganggu (pruritus), dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Baca Juga: Ternyata Gula Bukan Penyebab Diabetes yang Utama, Sudah Tahu?

Pada DM Tipe I gejala klasik yang umum dikeluhkan adalah poliuria, polidipsia, polifagia, penurunan berat badan, cepat merasa lelah (fatigue), iritabilitas, dan pruritus (gatal-gatal pada kulit).

Pada DM Tipe 2 gejala yang dikeluhkan umumnya hampir tidak ada. DM Tipe 2 seringkali muncul tanpa diketahui, dan penanganan baru dimulai beberapa tahun kemudian ketika penyakit sudah berkembang dan komplikasi sudah terjadi. 

Penderita DM Tipe 2 umumnya lebih mudah terkena infeksi, sukar sembuh dari luka, daya penglihatan makin buruk, dan umumnya menderita hipertensi, hiperlipidemia, obesitas, dan juga komplikasi pada pembuluh darah dan syaraf.

Cara mengetahui penyakit diabetes melitus sejak dini

1. Mempunyai gejala utama dan atau beberapa gejala tambahan

2. Mempunyai faktor risiko penyakit DM

3. Pemeriksaan Kadar Glukos Darah menunjukkan hasil sebagai berikut: 

Baca Juga: 11 Gejala Diabetes yang Parah, Segera Kenali agar Bisa Ditangani

- Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu (mg/dL)

  • Plasma vena lebih dari sama dengan 200
  • Darah kapiler lebih dari sama dengan 200

- Pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (mg/dL)

  • Plasma vena lebih dari sama dengan 126
  • Darah kapiler lebih dari sama dengan 100

Informasi saja, plasma vena merupakan darah yang diambil dari pembuluh darah yang lebih besar dan dalam (biasanya dengan suntikan dibagian lengan). 

Sedangkan darah kapiler merupakan darah yang diambil dari pembuluh yang lebih halus (biasanya dengan tusukan diujung jari tangan). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×