kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,93   -7,32   -0.73%
  • EMAS1.138.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cara Mencegah Ketergantungan Obat Inhaler untuk Penderita Asma


Kamis, 11 Mei 2023 / 07:07 WIB
Cara Mencegah Ketergantungan Obat Inhaler untuk Penderita Asma
ILUSTRASI. Cara Mencegah Ketergantungan Obat Inhaler untuk Penderita Asma


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Simak cara mengatasi ketergantungan obat inhaler untuk penderita asma. Cek juga makanan untuk membantu mengatasi asma.

Cara mengatasi ketergantungan obat inhaler untuk penderita asma penting disimak. Pasalnya, asma adalah penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan.

Obat inhaler pelega SABA (Short Action Beta Agonist) menjadi andalan penderita asma. Obat inhaler selalu dibawa kemanapun oleh penderita asma.

Lalu, bagaimana cara mengatasi ketergantungan obat inhaler untuk penderita asma?

Dilansir dari Kompas.com, penyakit asma memiliki gejala khas berupa batuk, mengi, hingga rasa sesak yang membuat penderitanya sulit bernapas saat terjadinya serangan. Kekambuhan asma ini biasanya dipicu karena sensitif terhadap paparan alergen dan polutan.

Obat inhaler dihirup melalui mulut dan bekerja dengan melebarkan saluran napas yang menyempit sehingga pengidap asma bisa dapat bernapas lega. Meski demikian, inhaler tersebut hanya membantu saat terjadi serangan.

Jika terpapar alergen maka asma akan kambuh lagi. Saat ini obat inhaler SABA tidak dianjurkan digunakan dalam jangka panjang karena lebih mungkin terjadi kekambuhan. “Memakai inhaler hanya meredakan gejalanya saja, jadi berisiko besar untuk kambuh kembali,” jelas dokter spesialis paru Yanuar Fajar, dalam acara Media Talkshow yang digelar AstraZeneca di Jakarta, 10 Mei 2023.

Ditambahkan oleh Direktur Medis AstraZaneca, Valentino Feddy, obat inhaler jenis SABA tidak dapat mengatasi peradangan (inflamasi) yang merupakan penyebab asma. “Penggunaan inhaler SABA itu bagaikan menutup jalanan yang berlubang dengan papan. Artinya, hanya menutupi gejalanya sesaknya saja, masalah intinya yaitu inflamasinya, itu tetap ada,” katanya dalam acara yang sama.

Baca Juga: 5 Obat Asma yang Alami, Ampuh dan Mudah Didapat!

Dokter Yanuar menjelaskan, pemakaian inhaler juga dapat menimbulkan ketergantungan. “Orang ketika menggunakan inhaler SABA dia akan merasa lega dan enak. Jadi, setiap merasa sesak, dia akan menggunakan inhaler terus,” ujarnya.

Berdasarkan laporan strategi GINA (Global Initiative for Asthma) 2022 menunjukkan bahwa ketergantungan pada inhaler SABA dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan asma, rawat inap akibat asma, hingga kematian. Sehingga, penggunaan obat hanya dengan menggunakan inhaler SABA tidak lagi direkomendasikan.

Sebagian masyarakat mengganggap penggunaan inhaler SABA dapat menyembuhkan dan mengobati masalah asma. Padahal, diperlukan obat pengontrol jangka panjang yang dapat mengatasi inflamasi sehingga dapat mencegah serangan asma. “Asma itu kan penyakit yang tidak bisa sembuh, namun bisa dikontrol. Nah, salah satu caranya adalah dengan memberikan obat pengontrol atau inhaler yang mengandung ICS,” jelas dokter Yanuar.

Obat asma

Pengontrol asma Kortikosteroid inhalasi atau ICS merupakan obat antiradang yang efektif untuk pengobatan asma. Menurut dr. Yanuar, penggunaan obat ICS secara teratur mampu mengontrol asma dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya. “Sebagai pengganti inhaler SABA, pasien asma harus mendapat pengobatan yang mengandung ICS, misalnya ada kombinasi obat ICS-Formoterol yang dapat mengurangi serangan asma,” paparnya.

Jika asma dalam kondisi belum terkontrol, maka pasien biasanya harus mengonsumsi obat pengontrol ICS dua kali sehari. Selain konsumsi obat pengontrol, dr. Yanuar juga menyarakan penderita asma untuk melakukan Asthma Control Test (ACT) rutin setiap bulan.

“Penderita asma juga sebaiknya melakukan Asthma Control Test setiap bulan ke dokter untuk memastikan kondisi asmanya terkontrol. Jadi, pengobatan asma itu bukan pengobatan instan yang dilakukan saat serangan asma-nya muncul saja” katanya.

Makanan untuk membantu mengatasi asma

Selain menggunakan obat asma yang diresepkan dokter, masih banyak cara mengatasi asma yang bisa Anda lakukan. Salah satunya, mengatur asupan konsumsi makanan sehari-hari.

Dengan begitu, frekuensi asma bisa berkurang. Cuma, pertama-tama, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja yang bisa memperparah asma.

Mengutip dari Everyday Health, beberapa makanan yang tidak baik untuk penderita asma adalah daging olah, daging merah, serta makanan dan minuman manis.

Dibanding mengonsumsi makanan dan minuman tersebut, cobalah untuk memasukkan buah, sayur, dan sumber lemak sehat dalam menu diet sehat yang Anda konsumsi setiap hari.

Jangan lupa untuk tetap memeriksakan diri ke dokter secara teratur supaya kondisi kesehatan tetap terpantau. Berikut daftar makanan untuk membantu mengatasi asma seperti diberitakan Kontan.co.id sebelumnya:

Salmon

Makan untuk mengatasi asma pertama adalah salmon. Salmon bisa jadi obat asma, lo. Alasannya, jenis ikan ini mengandung asam lemak omega-3. Jenis lemak itu efektif meredakan peradangan yang dialami oleh penderita asma.

Tidak hanya itu, salmon juga dipenuhi dengan vitamin D yang bisa mengurangi gejala asma.

Baca Juga: Inilah 4 alasan mengapa Anda sesak nafas saat tidur

Jahe

Makan untuk mengatasi asma kedua adalah jahe. Mengonsumsi jahe juga termasuk dalam cara mengobati asma. Kandungan dalam jenis bahan alami itu mampu membuat saluran pernapasan lebih rileks.

Anda bisa mengonsumsi jahe bersama dengan makanan bernutrisi lainnya atau minum air rebusan jahe secara rutin.

Apel

Makan untuk mengatasi asma ketiga adalah apel. Melansir Everyday Health, beta karoten, vitamin C, vitamin E adalah beberapa jenis nutrisi yang mampu meredakan peradangan. Nah, nutrisi-nutrisi itu bisa Anda dapat dari buah apel. Selain itu, buah jeruk juga bisa Anda jadikan opsi.

Cobalah untuk mengonsumsi dua porsi apel per hari. Untuk memaksimalkan efeknya, Anda perlu mengimbanginya dengan lebih dari lima porsi sayur. Lakukan hal tersebut secara teratur supaya gejala asma berkurang.

Baca Juga: Mudah dibuat! Teh secang efektif mengobati asam urat

Delima

Delima adalah bahan alami selanjutnya yang bisa Anda manfaatkan sebagai obat asma. Banyaknya antioksidan yang terkandung dalam delima efektif meredakan peradangan di saluran pernapasan.

Anda bisa mengonsumsinya secara langsung atau minum jus delima.

Kunyit

Cara mengobati asma juga bisa Anda lakukan dengan mengonsumsi kunyit secara rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curcumin yang ada dalam bahan alami tersebut mampu meredakan peradangan.

Walhasil, penyakit asma bisa teratasi dengan lebih baik.

Itulah cara mengatasi ketergantungan obat inhaler untuk penderita asma. Perbanyak konsumsi makanan untuk mencegah asma kambuh di atas agar selalu sehat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Corporate Financial Planning & Analysis Mastering Data Analysis & Visualisation with Excel

[X]
×