kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45858,63   -4,24   -0.49%
  • EMAS1.341.000 0,22%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cara Cek Ginjal Dari Air Kencing, 4 Makanan ini bisa jadi obat batu ginjal


Senin, 10 Juni 2024 / 06:25 WIB
Cara Cek Ginjal Dari Air Kencing, 4 Makanan ini bisa jadi obat batu ginjal
ILUSTRASI. Cara Cek Ginjal Dari Air Kencing, 4 Makanan ini bisa jadi obat batu ginjal


Reporter: Adi Wikanto, Tim KONTAN | Editor: Adi Wikanto

Cara Cek Ginjal Sendiri - Jakarta. Simak cara cek kesehatan ginjal secara sendiri. Jika mengalami gangguan batu ginjal, sejumlah makanan berikut bisa membantu mengobati batu ginjal.

Cara cek kesehatan ginjal sendiri penting diketahui. Pasalnya, ginjal adalah organ penting manusia.

Cara cek ginjal sendiri dapat dilakukan dengan melihat warna air kencing. Setiap warna air kencing mempunyai arti berbeda-beda terhadap ginjal.

Diberitakan Kompas.com, ginjal adalah bagian dari saluran kemih yang berfungsi menyaring racun dari darah, serta membuangnya bersama air dalam bentuk urine atau air kencing. Oleh karena itu, cara cek gangguan ginjal dapat dilihat dari penampakan urine yang dikeluarkan oleh tubuh.

Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Ginjal Hipertensi dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Ni Made Hustrini mengatakan, kondisi ginjal dapat ditilik dari volume dan warna air kencing. Namun, volume air kencing yang terlalu banyak atau terlalu sedikit tidak selalu menjadi patokan adanya gangguan ginjal.

"Berapa banyak jumlah kencing yang normal sangat tergantung aktivitas, cuaca, dan sebagainya," ujarnya dalam diskusi daring bertajuk Deteksi Dini Gangguan Ginjal pada Dewasa: Kenali dan Cegah, Selasa (12/3/2024).

Baca Juga: Ciri-ciri dan penyebab sakit ginjal, cegah sejak dini

Tanda-tanda tanda gangguan ginjal

Made mengatakan, masyarakat di negara tropis akan menghasilkan penguapan air yang cukup banyak melalui kulit (keringat), sehingga volume air kencing bisa relatif lebih sedikit. Belum lagi jika diiringi aktivitas berat, olahraga, atau kurang minum, maka air kencing yang keluar dari tubuh pun menjadi lebih sedikit. "Tapi normalnya ginjal bisa menghasilkan 1,5 sampai 2,5 liter air kencing setiap hari," kata dia.

Sementara itu, air kencing normal yang menandakan ginjal sehat umumnya berwarna jernih atau tidak terlalu pekat. Sebaliknya, air kencing dengan warna sedikit pekat, seperti teh, mengindikasikan dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh.

Semakin gelap warna air kencing, semakin kurang pula air minum yang seharusnya masuk ke dalam tubuh. "Kita bisa melihat sendiri apakah tubuh kita terhidrasi dengan cukup atau tidak (melalui warna urine)," tutur Made.

Bukan hanya dehidrasi, warna urine pekat, terutama jika mirip cola, juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada ginjal. Gangguan ginjal dapat berimbas pada fungsinya dalam menyaring darah, sehingga darah berpotensi ikut lolos dan keluar bersama urine. Hal tersebut pun berdampak pada kondisi urine lebih pekat, mirip cairan yang tercampur dengan darah dan zat-zat lainnya.

Baca Juga: Daftar 8 Buah Tinggi Purin dan Fruktosa yang Perlu Dihindari Penderita Asam Urat

Perlu pemeriksaan kreatinin

Kendati demikian, menurut Made, ada atau tidaknya masalah ginjal perlu diperiksa melalui pemeriksaan laboratorium. "Kalau misal mau melihat dengan yakin apakah fungsi ginjal kita normal atau tidak, mau tidak mau harus diperiksa darahnya di lab," tutur Made.

Made menjelaskan, masyarakat akan menjalani pemeriksaan kreatinin, zat racun hasil metabolisme protein otot yang dapat menggambarkan fungsi ginjal. Hasil pemeriksaan kreatinin kemudian dimasukkan dalam formula khusus untuk menghitung perkiraan persentase fungsi ginjalnya.

Nantinya, fungsi ginjal akan dituangkan dalam bentuk Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (EFLG) atau Estimated Glomerular Filtration Rate. "Normalnya, dewasa muda itu 100-120 persen fungsi ginjalnya. Di atas 45 tahun akan turun sekitar 1 persen per tahun," papar dia.

"Jadi tidak bakal bisa 100 persen terus, akan menurun sesuai dengan usia. Tapi kalau penurunannya tidak sesuai usia, maka harus dipertanyakan," lanjut Made.

Penyebab gangguan ginjal

Di sisi lain, Made menyebut, sejumlah kondisi dapat menjadi faktor risiko terjadinya gangguan ginjal. Beberapa faktor risiko masalah kesehatan pada organ ini, meliputi:

1. Keturunan

Penyebab gangguan ginjal yang pertama adalah keturunan. Made menjelaskan, orang dengan keluarga yang memiliki riwayat gangguan ginjal akan lebih mudah terkena masalah yang sama. "Sekitar 16 persen pasien keluarganya menderita penyakit ginjal, termasuk kakek dan paman. Karena penyakit ginjal ada yang diturunkan secara genetik, misalnya batu ginjal," ujarnya.

2. Diabetes dan hipertensi

Penyebab gangguan ginjal yang kedua adalah diabetes dan hipertensi. Diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi erat dikaitkan dengan gangguan pada ginjal. Menurut Made, diabetes dapat menyebabkan hiperfiltrasi pada ginjal serta kerusakan ginjal dalam jangka panjang.

Demikian pula hipertensi, yang rawan terkena gangguan ginjal terutama jika jarang mengonsumsi obat dari dokter. "Orang-orang dengan diabetes, hipertensi, dan keluarga penyakit ginjal perlu memeriksakan kondisi ginjalnya," tutur Made.

3. Obesitas

Penyebab gangguan ginjal yang ketiga adalah obesitas. Made mengungkapkan, obesitas atau kegemukan juga menjadi salah satu faktor risiko penyakit ginjal. Di satu sisi, kegemukan dapat memicu diabetes, faktor risiko lain dari gangguan pada organ ginjal. Namun, di sisi lain, terlalu banyak sel lemak dalam tubuh pun dapat menyebabkan kerusakan langsung pada ginjal.

4. Autoimun

Penyebab gangguan ginjal yang keempat adalah autoimun. Seseorang dengan kondisi autoimun, seperti penyakit lupus, lebih berisiko terkena gangguan ginjal daripada orang tanpa penyakit autoimun. "Misalnya lupus atau mungkin keluarganya menderita lupus itu bisa menjadi faktor risiko gangguan ginjal," ungkap Made.

5. Sering minum obat dan vitamin

Penyebab gangguan ginjal yang kelima adalah terlalu sering minum obat dan vitamin. "Hati-hati kalau obatnya termasuk dalam golongan nyeri atau NSAID, dia bisa mengganggu fungsi ginjal apalagi pemakaian dosis besar dan jangka panjang," kata Made.

Oleh karenanya, menurut Made, orang tanpa gangguan ginjal yang mengonsumsi obat bebas harus memperhatikan petunjuk pemakaian. Sementara itu, jika sudah memiliki masalah ginjal, maka perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapat dosis yang sesuai.

"Obat-obatan umumnya semua dibuang ke ginjal, sehingga jika sudah ada gangguan ginjal kita harus memperhatikan apakah dosisnya dikurangi," ujar Made. Ketentuan tersebut juga berlaku untuk suplemen kesehatan atau vitamin, yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan orang sehat. "Tidak semua vitamin harus dipenuhi dengan suplemen. Dari makan juga sebenarnya cukup, kebutuhan tubuh kita tidak terlalu tinggi," kata Made.

Makanan dan minuman untuk obat batu ginjal

Batu ginjal bisa terbentuk karena penumpukan banyak hal, seperti oksalat dan fosfor. Ada beberapa bahan alami yang bisa Anda manfaatkan sebagai obat batu ginjal.

Masalah terasa semakin parah saat batu ginjal berada di titik-titik tertentu. Dengan ukurannya yang besar, batu ginjal bisa menghambat sistem dalam tubuh Anda.

Akibatnya, ada banyak gejala batu ginjal yang Anda alami. Mulai dari sakit perut hingga muncul rasa sakit saat buang air kecil.

Nah, di bawah ini, ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya Anda konsumsi. Sebelum mengonsumsinya secara teratur, jangan lupa untuk meminta saran dokter, ya. Dengan begitu, kesehatan tubuh secara menyeluruh dapat terjaga.

Buah sitrus

Healthline merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi banyak buah sitrus supaya batu ginjal bisa terobati. Beberapa jenis buah yang termasuk dalam kelompok buah sitrus adalah jeruk nipis, lemon, jeruk bali, dan lain sebagainya.

Kandungan dalam buah sitrus mampu menghambat pembentukan batu ginjal. Tidak berhenti sampai di situ, buah sitrus juga dipenuhi dengan vitamin C yang efektif meningkatkan sistem imun tubuh Anda.

Baca Juga: 4 Hal yang bisa Anda lakukan sebagai obat nyeri pinggang

Sumber kalsium

Obat batu ginjal berikutnya yang perlu Anda konsumsi adalah makanan dan minuman yang mengandung banyak kalsium. Mengutip dari Healthline, asupan kalsium tubuh yang tak terpenuhi meningkatkan risiko penumpukan oksalat.

Ada banyak sumber kalsium yang bisa Anda jadikan pilihan. Mulai dari susu sapi, yogurt, keju, tahu, susu kambing, hingga susu kedelai. Anda juga bisa mendapat kalsium dari suplemen, tapi pastikan untuk meminta saran dokter terlebih dahulu.

Air putih

Obat batu ginjal berikutnya yang sangat mudah untuk ditemukan adalah air putih. Minum air putih membantu tubuh menghancurkan pembentuk batu ginjal dan membuangnya bersama dengan urin. Umumnya, Anda perlu minum delapan gelas air putih per hari.

Sumber vitamin D

Untuk memaksimalkan penyerapan kalsium, Anda perlu memenuhi asupan vitamin D. Nah, sumber vitamin D terbaik adalah paparan sinar matahari. Selain itu, Anda juga bisa mendapat vitamin D dari beberapa jenis makanan, seperti ikan, jamur, dan keju.

Itulah cara cek kesehatan ginjal dari warna air kencing. Jaga pola makan dan gaya hidup agar ginjal selalu sehat.

Baca Juga: Makan Mie Instan Bisa Memicu Penyakit Batu Ginjal? Cek Tips Mencegah Batu Ginjal

Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Terkonsolidasi, Ini Saham yang Bisa Investor Pantau, Senin (10/6)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Bedah Tuntas Sengketa Pajak WP Badan: Pemeriksaan Pajak, Keberatan dan Banding di Pengadilan Pajak Mastering Financial Modeling

[X]
×