Bolehkah Ibu Hamil Minum Es? Ini Penjelasannya

Senin, 23 Januari 2023 | 16:17 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Bolehkah Ibu Hamil Minum Es? Ini Penjelasannya

ILUSTRASI. Bolehkah Ibu Hamil Minum Es? Ini Penjelasannya.


KONTAN.CO.ID - Saat hamil, banyak mitos tentang apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. 

Misalnya, larangan tentang ibu hamil tidak boleh memakan nanas, makanan pedas, kafein, hingga alkohol.  

Ada sebagian larangan tersebut benar yakni bahwa ibu hamil memang perlu membatasi konsumsi kafein dan alkohol. 

Namun, ada pula larangan bahwa ibu hamil tidak boleh minum es. Lantas, benarkah ibu hamil tidak boleh minum es? 

Baca Juga: Mengenal Kehamilan Samar atau Cryptic Pregnancy dan Penyebabnya

Bolehkah ibu hamil minum es?   

Bolehkah Ibu Hamil Minum Es

Dirangkum dari laman Indianexpress.com, Dr Sangeeta Pikale, konsultan ginekolog dan dokter kandungan mengatakan bahwa ibu hamil boleh minum es atau minuman dingin. 

Dia mengatakan, kehamilan merupakan perubahan dari fisiologis tubuh dan bukan penyakit apapun. Jadi, semua yang biasa atau mampu dilakukan tubuh sebelum hamil, juga bisa dilakukan selama kehamilan. 

Jadi, jika Anda minum air dingin atau jus sebelum hamil, Anda bisa terus melakukannya. Secara keseluruhan, minuman apa pun yang tidak sehat seperti minuman soda, terlalu banyak soda atau gula, yang harus dihindari semua orang, juga tidak cocok untuk wanita hamil. 

Baca Juga: Pasutri Wajib Tahu, Ini 5 Makanan yang Menghambat Kesuburan Bikin Susah Hamil

Minuman dingin sesekali diperbolehkan untuk semua orang dan oleh karena itu, untuk wanita hamil juga.

Adakah batasan mengonsumsi air dingin untuk ibu hamil?

Jika pada saat tidak hamil Anda memiliki batasan untuk mengonsumsi air dingin maka hal tersebut juga akan berlaku pada saat hamil. 

Baca Juga: Tidak Bisa Diragukan Lagi, Ini 5 Manfaat Zaitun untuk Kesehatan yang Luar Biasa

Begitu pun sebaliknya. Biasanya, apa yang biasa ibu hamil lakukan atau konsumsi akan sangat aman dilanjutkan hingga usia kehamilan 22 minggu.

Tentunya hal tersebut juga membutuhkan pengawasan dokter untuk mengetahui apakah kehamilan tersebut tidak berisiko tinggi. 

Kehamilan sehat berisiko rendah dapat melakukan hampir segala sesuatu yang secara fisiologis diperbolehkan dalam keadaan tidak hamil.

Selanjutnya: Simak Rekomendasi Saham Batubara di Tengah Kebijakan Intervensi Australia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru