kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Bisa menjadi racun, konsumsi vitamin D jangan berlebihan


Sabtu, 24 Juli 2021 / 06:26 WIB
ILUSTRASI. Bisa menjadi racun, konsumsi vitamin D jangan berlebihan.


Sumber: Kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Vitamin D banyak dicari di masa pandemi. Tapi, jangan berlebihan konsumsi vitamin D, ini alasannya. 

Selain bisa mendongkrak sistem imun, vitamin D juga dipercaya bisa menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan. 

Efeknya, vitamin D pun diburu. Mulai yang berbentuk kemasan kaplet hingga kapsul dalam botol plastik, semua laris manis. 

Vitamin D seringnya direkomendasikan diminum di pagi hari setelah makan pagi, bersamaan dengan ritual berjemur di bawah sinar matahari. 

Meski bisa meningkatkan daya tahan tubuh, hati-hati dalam mengonsumsi vitamin D. Karena jika kebanyakan alias tak sesuai dosis, vitamin D bisa menjadi racun bagi tubuh, terjadi yang namanya hipervitaminosis D. 

Baca Juga: Bisa mencegah terinfeksi virus corona, konsumsi makanan kaya vitamin D

Dalam kerjanya, vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan mengedarkannya di dalam darah. Jika takaran vitamin D di dalam tubuh sangat tinggi, maka akan terjadi penumpukan kalsium dalam darah yang dinamakan hiperkalsemia. 

Kenali gejalanya 

Dilansir dari Insider, keracunan vitamin D karena pengonsumsian yang berlebihan memang kejadian yang sangat jarang terjadi. 

Meski begitu, Anda harus tetap mengenali gejala-gejalanya agar bisa mencegah risiko terburuk yang bisa terjadi. Gejala dari keracunan vitamin D berhubungan dengan tingginya angka kalsium dalam darah. 

Jadi, tanda-tandanya bisa berupa mual, kehilangan selera makan, muntah, lemah dan lesu, dan nyeri tulang. 

Jika dibiarkan, kelebihan kalsium yang ada akan disimpan di arteri juga di jaringan tisu, tidak di dalam tulang. Hal ini jika berlarut-larut bisa memicu terbentuknya batu ginjal dan bahkan bisa merusak jantung.

Baca Juga: Anda bisa coba, berikut 3 sayur bisa jadi penguat sistem imunitas yang kuat




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×