Bila suntik vaksin Covid-19 dosis kedua terlambat, ini yang haru dilakukan

Rabu, 04 Agustus 2021 | 08:35 WIB Sumber: Kompas.com
Bila suntik vaksin Covid-19 dosis kedua terlambat, ini yang haru dilakukan

ILUSTRASI. Agar seseorang bisa mendapatkan kekebalan tubuh optimal saat terinfeksi virus corona SARS-CoV-2, mayoritas vaksin Covid-19 perlu disuntikkan dua dosis.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Agar seseorang bisa mendapatkan kekebalan tubuh optimal saat terinfeksi virus corona SARS-CoV-2, mayoritas vaksin Covid-19 perlu disuntikkan dua dosis. 

Namun, ada kalanya seseorang terlambat mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19. Keterlambatan itu bisa berasal dari kondisi kesehatan sedang tidak memungkinan saat jadwal vaksin Covid-19 kedua, baru terinfeksi Covid-19, tidak ada ketersediaan vaksin, tidak sempat karena ada urusan, atau lupa. 

Berikut penjelasan lebih lanjut tentang apa yang harus dilakukan saat vaksin Covid-19 dosis kedua terlambat, pentingnya vaksin Covid-19 dua dosis, dan bolehkah vaksin Covid-19 dosis kedua disuntikkan lebih awal. 

Apa yang harus dilakukan saat vaksin Covid-19 dosis ke-2 terlambat? 

Dokter spesialis paru dan perawatan kritis Joseph Khabbaza, MD. menjelaskan, orang yang terlambat mendapatkan vaksin Covid-19 kedua dianjurkan segera menjadwalkan ulang vaksinasi Covid-19. 

“Jika Anda melewatkan jadwal vaksin dosis kedua, usahakan untuk segera mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19,” jelas Dr. Khabbaza, seperti dilansir dari Cleveland Clinic. 

Baca Juga: Tetap ketat protokol kesehatan meski sudah divaksin

“Tidak peduli berapa lama keterlambatannya, Anda tetap dianggap sudah vaksinasi Covid-19 penuh apabila sudah disuntik dua dosis,” imbuh dia. 

Dr. Khabbaza menyarankan, persiapan suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua perlu dirancang secara matang agar tidak ada kendala lagi. 

Begitu sudah mengontak penyedia layanan vaksinasi untuk penjadwalan ulang, segera persiapkan diri sebaik mungkin dan jaga kesehatan agar tetap prima. 

Menurut dia, tempat atau lokasi vaksinasi Covid-19 dosis kedua boleh berbeda dari yang pertama, asalkan jenis vaksin yang digunakan sama.

Baca Juga: Inilah syarat vaksinasi Covid-19 ibu hamil dan jenis vaksin yang diperbolehkan

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru