kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Benjolan di payudara tak selalu indikasi kanker


Senin, 04 Desember 2017 / 21:28 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bila menyadari adanya benjolan atau daging tumbuh di area payudara, jangan terburu panik dahulu.

Meskipun kebanyakan khawatir akan adanya kanker payudara, namun benjolan di area payudara juga bisa disebabkan beberapa alasan lain.

Payudara terdiri dari lemak, saraf, pembuluh darah, jaringan kelenjar, dan ikat fibrosa, serta lobulus dan saluran air susu.

Benjolan atau semacam daging tumbuh yang terasa di area payudara memiliki kemungkinan kecil tergolong kanker payudara, terutama pada perempuan yang berusia di bawah 40 tahun.

Benjolan tersebut bisa saja terasa keras atau tak mudah digerakkan, atau bisa saja lembut seperti penuh cairan dan berpindah ketika disentuh.

Selain disebabkan oleh kanker payudara, benjolan di area payudara juga bisa disebabkan oleh tiga hal berikut.

Fibrokistik

Kondisi ini merupakan salah satu penyebab umum tumor jinak, terutama pada perempuan usia 35 hingga 50 tahun.

Biasanya kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormon pada sebagian perempuan selama siklus menstruasi bulanan, yang akhirnya menimbulkan benjolan pada kedua payudara.

Benjolan ini terdiri dari saluran dan jaringan air susu yang semakin besar, sehingga akhirnya membentuk kista.

Fibrokistik juga bisa mengubah penampilan terutama pada ukuran payudara, menimbulkan nyeri ketika disentuk, keluarnya cairan dari putting, serta jaringan payudara yang semakin tebal.

Fibroadenoma

Benjolan dalam payudara ini juga sering disebut sebagai tumor jinak dan banyak diderita perempuan usia 20-an hingga 30-an.

Keluhan yang biasa dirasakan adalah benjolan dalam payudara yang terasa padat namun kenyal.

Kondisi ini disebabkan oleh terlalu banyaknya kelenjar susu, dan risiko perempuan mengalami hal ini lebih tinggi pada pengguna alat kontrasepsi pil.

Filodes

Benjolan jenis ini biasanya dapat teraba ketika pemeriksaan. Filodes juga tampak membesar dengan cepat, sekitar 2 hingga 3 cm dalam waktu beberapa minggu atau bulan.

Meskipun tampak membesar dengan cepat, namun benjolan ini tidak tergolong tumor ganas.

Filodes tergolong tumor jinak dan tidak terasa sakit. Namun apabila dibiarkan, maka benjolannya akan semakin terlihat.

Nah, meskipun ketiga jenis benjolan payudara di atas tergolong jinak dan tak berbahaya, namun kita harus tetap konsultasi pada dokter, ya.

Artikel ini telah terbit Tribunnews.com dengan judul Ada Benjolan di Payudara Tak Selalu Indikasi Gejala Kanker  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×