kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Payudara padat lebih berisiko kanker payudara


Jumat, 10 Februari 2017 / 17:47 WIB
Payudara padat lebih berisiko kanker payudara


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Punya payudara padat ternyata meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara . Para ahli mengklaim jaringan padat di payudara membuat tumor lebih sulit ditemukan saat mamografi. Wanita sebaiknya mencari alat pendeteksi lain untuk mencegah hal ini.

Jaringan payudara terdiri dari saluran susu dan kelenjar, jaringan payudara padat dan lemak. Mamogram menentukan apakah seseorang punya payudara padat atau tidak, yang membuat tumor sulit dideteksi.

Ini karena lemak bersifat transparan saat payudara dipindai tetapi jaringan padat itu sangat penuh sehingga sulit ditembus. Diperkirakan sekitar 60% wanita muda dan sedikit di bawah separuh wanita tua memiliki payudara padat.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, peneliti dari University of California, San Francisco meneliti data lebih dari 18.000 wanita dengan kanker payudara. Lebih jauh 184.000 wanita di usia sama tanpa tanda kanker pun juga diteliti.

Setiap wanita ditempatkan dalam empat kategori kepadatan payudara, yakni hampir semuanya lemak, sebagian besar lemak, cukup padat, dan sangat padat.

Kemudian mereka melihat beberapa faktor risiko yang diketahui seperti berat badan, riwayat penyakit keluarga dan melahirkan bayi setelah 30 tahun. Mereka menghitung 39% kasus kanker payudara sebelum menopause dapat dicegah jika mereka memiliki jaringan kurang padat. Penemuan ini sama pada lebih dari seperempat penderita post-menopause.

Peneliti Natalie Engmann mengatakan penemuan ini mengungkapkan kepadatan payudara merupakan faktor risiko kuat dan lazim yang dapat diubah. "Mengurangi jumlah wanita dengan kepadatan payudara mungkin mencegah cukup banyak kasus kanker payudara," tambahnya.

Tak ada yang dapat diperbuat untuk mengurangi kepadatan payudara, menurut riset sebelumnya. Ada satu obat, tamoxifen yang mengurangi risiko kanker dan dapat menurunkan kepadatan payudara tetapi obat ini memiliki efek samping serius.

Kenaikan berat badan cenderung menambah jaringan lemak di payudara dan menurunkan kepadatannya. Tetapi obesitas merupakan faktor risiko dari beberapa jenis kanker.

(Dhorothea)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×