Benarkah Diet Kentang Efektif Menurunkan Berat Badan untuk Jangka Panjang?

Jumat, 09 September 2022 | 12:40 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Benarkah Diet Kentang Efektif Menurunkan Berat Badan untuk Jangka Panjang?


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kentang, disebut-sebut baik untuk membantu menurunkan berat badan. Namun, benarkah diet kentang efektif menurunkan berat badan dalam jangka panjang?   

Menurunkan berat badan memang tidaklah mudah bagi sebagian orang. Sebab, menurunkan berat badan membutuhkan niat, usaha keras, dan konsistensi.

Baca Juga: Selain Teh Hijau, Ini Teh yang Merontokkan Kolesterol dan Gula Darah Tinggi  

Kebanyakan orang melakukan diet untuk menurunkan berat badan. Salah satu jenis diet yang populer adalah diet kentang. 

Mengutip dari Healthline, diet kentang diklaim bisa menurunkan berat badan sekitar 0,45 Kg per hari. 

Diet kentang artinya Anda hanya mengonsumsi kentang selama tiga sampai lima hari.

Sekedar info, konsep diet kentang muncul pada tahun 1849 dan dipopulerkan lagi oleh Tim Steele yang menerbitkan Potato Hack: Weight Loss Simplified pada tahun 2016. 

Dalam bukunya Steele menuliskan kentang merupakan pil diet terbaik yang pernah ditemukan. 

Kentang memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan usus, dan memberikan banyak untrisi untuk tubuh agar tetap berenergi saat menurunkan berat badan. 

Tidak hanya Steele, seorang pesulap Penn Jilette yang menerbitkan buku berjudul Presto! How I Made Over 100 Pounds Disappear melakukan diet kentang selama 2 minggu dan berat badannya turun 8 Kg. 

Diet kentang dan berat badan 

Penelitian tentang diet kentang secara khusus masih belum ada, tapi kentang bisa membantu menurunkan berat badan karena sangat rendah kalori. 

Penelitian menunjukkan bahwa diet yang membatasi kalori cenderung menyebabkan penurunan berat badan. 

Perlu Anda ketahui, 0,9 Kg - 2,3 Kg kentang hanya mengandung kalori sekitar 530 - 1300. Nilai kalori tersebut lebih sedikit daripada asupan harian rata-rata orang dewasa. 

Menariknya, kentang mengandung senyawa penghambat proteinase 2 yang membantu mengurangi rasa lapar dengan memperlambat pencernaan. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa tikus yang diobati dengan senyawa kentang ditemukan makan lebih sedikit makanan dan kehilangan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan tikus yang tidak diobati. Namun efek ini belum dipelajari pada manusia. 

Meskipun diet kentang mungkin efektif untuk menurunkan berat badan dalam jangka pendek, ini bukan solusi untuk jangka panjang. 

Kentang memang bergizi, tapi tidak mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Selain itu, diet sangat rendah kalori telah terbukti memperlambat metabolisme dan mengurangi massa otot. 

Tidak hanya itu, berat badan Anda kemungkinan akan kembali naik saat menjalankan pola makan biasa. 

Baca Juga: Selain Mengontrol Berat Badan, Ini Manfaat Lemon untuk Kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru