Tips Sehat

Bagaimana memilih obat asam lambung yang aman bagi ibu hamil? Ini panduannya

Senin, 06 Juli 2020 | 09:03 WIB Sumber: Kompas.com
Bagaimana memilih obat asam lambung yang aman bagi ibu hamil? Ini panduannya

ILUSTRASI. Ilustrasi ibu hamil mengandung

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Asam lambung naik merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering melanda ibu hamil. Namun, obat asam lambung bagi ibu hamil tidak boleh sembarangan. Salah minum obat asam lambung, bisa membahayakan janin di kandungan.

Melansir What to Expect, sejumlah ibu hamil merasakan gejala asam lambung naik seperti begah, mual, dan timbul rasa panas di perut atas sampai dada (heartburn) di awal kehamilan. Gejala asam lambung naik pada ibu hamil ini jamak muncul mulai bulan kedua kehamilan, dan bisa berlangsung sepanjang kehamilan.

Baca juga: Ternyata, bahan makanan rumahan ini bisa jadi obat batuk alami yang ampuh 

Saat mengandung, ibu hamil memproduksi hormon progesteron dan relaxin. Produksi kedua hormon itu dalam jumlah besar dapat melemaskan jaringan otot polos di seluruh tubuh, termasuk di saluran pencernaan.

Akibatnya, makanan lebih lama dicerna dan memicu masalah pencernaan seperti perut kembung, begah, sampai heartburn. Walaupun kondisi ini bikin tak nyaman ibu hamil, namun proses alami ini bermanfaat untuk memberikan asupan nutrisi pada janin. Selain itu, saat usia kandungan menginjak trimester akhir, pertumbuhan janin terkadang mendesak lambung dan menyebabkan asam lambung naik.

Memilih obat asam lambung saat hamil

Ibu hamil tak perlu khawatir dengan rasa nyaman ini selama mengandung buah hatinya.  Ibu hamil perlu berhati-hati sebelum minum obat asam lambung saat hamil. Sebelum memutuskan mengonsumsi suatu obat, ibu hamil wajib berkonsultasi dengan dokter.

Melansir Healthline, sejumlah obat-obatan asam lambung memiliki efek samping apabila dikonsumsi ibu hamil. Obat jenis antasida misalkan, obat asam lambung yang dijual bebas di pasaran ini bisa mengurangi gejala asam lambung naik.

Namun, ibu hamil baiknya menghindari antasida yang mengandung magnesium sejak masuk trimester terakhir. Magnesium bisa mengganggu kontraksi selama persalinan.

Dokter juga tidak menyarankan ibu hamil mengonsumsi antasida dengan kandungan natrium yang tinggi. Obat asam lambung jenis ini dapar memicu penumpukan cairan di jaringan.

Selain itu, ibu hamil baiknya juga menghindari antasida yang mengandung aluminium. Obat jenis ini bisa memicu sembelit.

Cara mengatasi asam lambung saat hamil yang paling aman adalah dengan perubahan pola makan. Ada beberapa cara mencegah asam lambung naik saat hamil. Berikut beberapa di antaranya: 

  • Hindari makanan pemicu asam lambung naik seperti makanan pedas, asam, gorengan, berlemak, daging olahan, kafein, sampai mint. 
  • Jangan makan dan minum terlalu banyak sekaligus. Karena saat perut terlalu penuh, asam lambung gampang naik 
  • Atur waktu makan malam setidaknya dua jam sebelum tidur, agar proses pencernaan makanan tidak terganggu posisi berbaring 
  • Makan secara perlahan-lahan, dalam porsi kecil, tapi lebih sering. 
  • Hindari makan terlalu banyak sekaligus agar perut tak gampang begah Hindari stres berlebihan selama hamil dan jaga berat badan dalam kondisi ideal 

Baca juga: Rudal hampir meledakkan kantor Kedubes AS di Irak, kelompok ini diduga pelakunya 

Apabila gejala asam lambung naik pada ibu hamil tak kunjung membaik setelah dua minggu, segera konsultasi ke dokter. (Mahardini Nur Afifah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Mengatasi Asam Lambung Naik saat Hamil", 

Editor: Adi Wikanto


Terbaru