kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Awas berdampak buruk! Ini Ciri-ciri toxic parents yang harus diketahui dan dihindari


Selasa, 15 September 2020 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Awas berdampak buruk! Ini Ciri-ciri toxic parents yang harus diketahui dan dihindari.


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Anda mungkin sering mendengar istilah toxic parents. Pola asuh toxic parents bisa berpengaruh buruk pada psikologis anak. 

Masing-masing orang tua memiliki pola asuh sendiri. Tentu mereka berharap pola asuh tersebut bisa membuat anak tumbuh dengan baik. 

Tapi tanpa sadar beberapa pola asuh bisa menjurus ke pola asuh toxic parents. Pola asuh ini harus dihindari karena bisa berefek buruk pada anak. 

Melansir dari Psychcentral.com, toxic parents dikategorikan sebagai orang tua yang keliru dalam mengasuh anak. Orang tua yang abusive, tidak dewasa, hingga mengalami gangguan mental masuk dalam kategori toxic parents. 

Orang tua yang toxic bisa mengakibatkan banyak luka psikologis pada anak. Dampak dari orang tua toxic ini bisa bertahan sangat lama hingga anak dewasa.

Agar terhindar dari pola asuh toxic parents, Anda harus tahu ciri-cirinya. Apa saja tanda dari orang tua toxic?

Yuk simak ciri-ciri toxic parents yang harus dihindari. Ciri-ciri ini dihimpun KONTAN.co.id dari Psychology Today dan Psychcentral.com.

  • Tidak mau menghargai

Orang tua toxic cenderung tidak mau menghargai usaha anak. Mereka selalu menganggap usaha anak kurang dan salah. Toxic parents juga enggan memberikan apresiasi pada prestasi anak. 

  • Terus mengkritik dan merendahkan

Terus mengkritik menjadi ciri-ciri toxic parents selanjutnya. Ada saja kesalahan anak yang "terlihat" oleh orang tua. Mereka menjadikan kesalahan tersebut sebagai bahan untuk mengkritik anak. 

Orang tua toxic juga cenderung meremehkan dan merendahkan anak. Mereka menganggap usaha anak tidak penting dan meremehkannya. 

Baca Juga: 4 Cara melatih kecerdasan emosional anak dengan sederhana dan mudah




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×