Asam urat bisa picu komplikasi berbahaya, kenali 5 cirinya!

Sabtu, 11 September 2021 | 07:21 WIB Sumber: Kompas.com
Asam urat bisa picu komplikasi berbahaya, kenali 5 cirinya!

ILUSTRASI. Penyakit asam urat yang dikenal juga sebagai gout itu bisa memicu komplikasi asam urat yang berbahaya.

KONTAN.CO.ID -

 JAKARTA. Jangan memandang sebelah mata penyakit asam urat. Jika tak diobati tepat waktu, penyakit asam urat yang dikenal juga sebagai gout itu bisa memicu komplikasi asam urat yang berbahaya. 

Maka dari itu, penting kiranya bagi siapa saja untuk mengenali ciri-ciri asam urat sebagai langkah antisipasi kondisi yang lebih parah. 

Melansir berbagai sumber, berikut ini ciri-ciri asam urat yang perlu diwaspadai: 

1. Nyeri sendi tak tertahankan 

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit asam urat dapat menyebabkan nyeri sendi tak tertahankan. 

Nyeri tersebut berasal dari munculnya kristal urat di sendi akibat kondisi kadar asam urat yang terlalu tinggi di dalam darah. Bagian yang paling sering mengalami nyeri sendi akibat asam urat adalah jempol kaki. 

Sementara, nyeri tersebut dapat juga timbul di pergelangan kaki, lutut, pergelangan kaki, siku, dan jari tangan. Orang yang terkena serangan nyeri sendi akibat asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. 

Baca Juga: Ampuh redakan nyeri, inilah 5 obat herbal untuk asam urat

Nyeri sendi awal tersebut bisa berlangsung selama 3-10 hari dan paling sering terjadi pada malam hari. 

2. Muncul bengkak 

Selain nyeri sendi, gejala asam urat juga bisa berupa munculnya pembengkakan. Pembengkakan tersebut tidak hanya terjadi di sendi, tapi bisa juga di sekitar sendi. Ada dua alasan mengapa pembengkakan bisa terjadi akibat asam urat. 

Pertama, bengkak muncul karena jaringan pelapis sendi bernama sinovium membengkak. Kedua, adanya peningkatan volume cairan synovial atau pelumas sendi saat terjadi peradangan. Pada tahap ini, penderita asam urat bisa jadi tidak akan mampu bergerak secara leluasa lagi. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru