kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

APPNIA ajak semua pihak sinergi agar program ASI eksklusif terpenuhi


Jumat, 22 Januari 2021 / 11:43 WIB
ILUSTRASI. Ibu menyusui anak


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Dengan situasi prevalensi KEK dan anemia di Indonesia yang tinggi, serta dalam kondisi ibu yang memiliki cadangan lemak postpartum yang rendah, maka kualitas ASI ibu sangat mungkin berkurang dan tidak dapat mencukupi kebutuhan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.

Baca Juga: Yuk, tetap beri ASI eksklusif dengan menerapkan panduan menyusui selama pandemi

Menurut temuan beberapa penelitian skala mikro di Indonesia, kondisi status gizi kurang pada ibu menyusui dapat mengakibatkan ketidakberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Namun demikian, promosi ASI eksklusif yang aktif dilakukan oleh pemerintah dan organisasi non-profit belum diimbangi dengan upaya advokasi tentang konsumsi gizi untuk ibu menyusui kepada masyarakat luas.

Ratusan peserta menghadiri seminar virtual yang berasal dari kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, NGO dan LSM, organisasi profesi, serta Kementerian dan Lembaga yang terkait dengan isu ASI dan kesehatan masyarakat.

Sejumlah awak media cetak, elektronik dan online serta kalangan masyarakat umum juga turut mengikuti webinar tersebut, yang menunjukkan bahwa isu ini terus mendapat perhatian khusus dari publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×