​Apa yang harus dilakukan jika bayi atau anak positif terinfeksi virus corona?

Selasa, 22 Desember 2020 | 15:32 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Apa yang harus dilakukan jika bayi atau anak positif terinfeksi virus corona?

ILUSTRASI. Warga menjalani swab test di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium (GSI Lab), Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2020). Tribunnews/Irwan Rismawan

KONTAN.CO.ID - Virus corona dapat menginfeksi siapa saja termasuk bayi dan anak yang masih kecil. Melansir laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tanda dan gejala Covid-19 pada anak sulit dibedakan dari penyakit saluran pernapasan karena penyebab lain.

Gejala infeksi virus corona bisa berupa batuk dan pilek seperti penyakit selesma. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini bisa berbahaya apabila menyerang paru-paru. Yakni, memicu radang paru-paru atau pneumonia.

Gejala pneumonia di antaranya demam, batuk, dan kesulitan bernafas yang ditandai dengan nafas cepat dan sesak nafas.

Baca Juga: Naik kereta api wajib membawa hasil rapid test antigen, kecuali anak-anak & balita

Apa yang harus dilakukan jika bayi atau anak yang masih kecil positif virus corona?

Dirangkum dari laman UNICEF, bagi orangtua yang memiliki anak tertular virus corona tak perlu merasa khawatir.  Sebab, kabar baiknya, gejala virus corona pada anak-anak yang tertular sepertinya lebih ringan. Namun, anak yang sakit berisiko kehilangan berat badan dan menjadi lemah. 

Untuk pulih, anak membutuhkan makanan bergizi, baik saat terjangkit virus corona atau penyakit lain. Bayi bisa pulih lebih cepat jika mendapatkan ASI.

Kedekatan antara ibu dan bayi saat proses menyusui biasanya akan menenangkan bayi yang sedang sakit. Pada anak usia enam bulan ke atas yang sakit, mereka membutuhkan makanan tambahan yang bergizi.

Ada kemungkinan anak tidak mau makan saat tubuhnya tidak terasa nyaman. Dalam hal ini, bisa ditawarkan makanan yang menggugah selera makan anak.  Pada masa pemulihan, anak perlu mendapatkan asupan makan bergizi lebih banyak untuk menggantikan berat badan yang mungkin hilang.

Baca Juga: Diperketat! Hasil rapid test antigen hanya berlaku 3 hari, PCR 7 hari

Protokol anak yang terkena Covid-19 

Mengutip laman https://covid19.go.id/, ada sejumlah protokol yang harus diperhatikan saat anak menunjukkan gejala atau dikonfirmasi Covid-19 sebagai berikut: 

  • Dalam pemeriksaan medis terhadap anak, petugas medis menjalankan protokol medis untuk anak. 
  • Petugas medis akan menanyakan kepada orang tua, pengasuh, wali atau pihak yang membawa anak tentang keadaan keluarga, pengasuhan, hingga keadaan rumah 
  • Apabila setelah menjalani pemeriksaan medis, anak ditetapkan sebagai suspek atau pasien dengan gejala ringan, ia harus menjalani prosedur isolasi mandiri tanpa ada risiko bagi anggota keluarga lainnya. Syaratnya, ada orang tua atau wali yang memiliki kapasitas menjalankan pengasuhan. Apabila memungkinkan, petugas medis merekomendasikan prosedur isolasi mandiri. 
  • Apabila orang tua atau wali tidak memungkinkan menjalani prosedur isolasi mandiri untuk anak di rumah, petugas medis merekomendasikan untuk menghubungi dinas yang menyelenggarakan urusan perlindungan anak setempat untuk memastikan anak memperoleh tempat untuk menjalani isolasi mandiri. 
  • Apabila anak tidak memiliki orang tua atau wali yang bertanggung jawab dan memiliki kapasitas mengasuh anak atau tidak memiliki tempat tinggal, petugas medis melalui kepala rumah sakit berkoordinasi dengan dinas yang menyelenggarakan urusan sosial untuk memastikan pengasuhan sementara sesuai peraturan.
  • Dalam hal anak yang telah menjalani pemeriksaan medis ditetapkan sebagai pasien anak dan harus menjalani prosedur perawatan dalam isolasi, petugas medis mengatur dukungan psikososial kepada anak dan melakukan komunikasi dengan orang tua atau wali terkait perkembangan kondisi anak dan memfasilitasi kunjungan (jika memungkinkan). 

Selanjutnya: ​Bolehkah ibu positif Covid-19 tetap menyusui bayinya? Ini penjelasannya

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani
Terbaru