Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Polda Jawa Barat membongkar fasilitas produksi obat Tramadol dan Hexymer di kawasan pergudangan Bizpark, Kopo, Kota Bandung pada Minggu (18/10/2026). Pengungkapan ini menyoroti peredaran obat keras yang berisiko menimbulkan masalah kesehatan apabila diproduksi atau dikonsumsi tanpa pengawasan yang sesuai.
Tramadol dan Hexymer sebenarnya memiliki kegunaan dalam dunia medis. Namun, kedua obat tersebut mempunyai kandungan, cara kerja, dan indikasi penggunaan yang berbeda. Konsumsi tanpa resep dokter atau dalam dosis berlebihan dapat memicu efek samping serius.
Lantas, apa itu Tramadol dan Hexymer serta apa saja bahaya penyalahgunaannya?
Apa Itu Tramadol?
Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemkes), Tramadol merupakan obat pereda nyeri golongan opioid yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit dengan intensitas sedang hingga berat.
Dokter dapat meresepkan obat ini untuk kondisi tertentu, seperti nyeri setelah operasi atau nyeri akibat kanker, apabila diperlukan berdasarkan penilaian medis.
Tramadol bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengurangi persepsi tubuh terhadap rasa sakit. Penggunaannya harus mengikuti resep dan petunjuk dokter karena obat ini berpotensi menimbulkan ketergantungan.
Bahaya dan Dampak Negatif Tramadol
Meskipun bermanfaat untuk meredakan nyeri, penggunaan Tramadol secara tidak tepat dapat menimbulkan sejumlah efek samping, antara lain:
- Mengantuk dan sulit berkonsentrasi. Tramadol dapat menurunkan kewaspadaan sehingga pengguna perlu menghindari aktivitas berkendara atau mengoperasikan mesin.
- Gangguan pernapasan. Penggunaan berlebihan dapat memperlambat pernapasan dan berpotensi mengancam jiwa.
- Ketergantungan. Penggunaan berulang dapat menyebabkan ketergantungan fisik maupun psikologis.
- Kejang. Risiko kejang dapat meningkat pada kondisi tertentu, terutama ketika obat digunakan secara tidak tepat atau berinteraksi dengan obat lain.
- Gangguan akibat interaksi obat. Kombinasi Tramadol dengan obat atau zat tertentu dapat meningkatkan risiko efek samping serius.
Penggunaan Tramadol memerlukan perhatian khusus pada orang yang memiliki gangguan pernapasan, gangguan hati atau ginjal, riwayat kejang, maupun kondisi kesehatan tertentu lainnya.
Karena itu, jangan mengonsumsi Tramadol tanpa resep dokter atau menggunakannya untuk mendapatkan efek di luar tujuan pengobatan.
Baca Juga: 6 Suplemen yang Baik Dikonsumsi agar Kesehatan Jantung Tetap Terjaga
Apa Itu Hexymer?
Hexymer merupakan merek obat yang mengandung trihexyphenidyl hydrochloride sebesar 2 miligram per tablet. Zat aktif ini termasuk golongan antikolinergik yang bekerja pada sistem saraf pusat.
Dalam dunia medis, trihexyphenidyl digunakan untuk membantu mengatasi gejala gangguan pergerakan tertentu, termasuk gejala Parkinson dan gangguan gerak yang muncul sebagai efek samping obat-obatan tertentu.
Obat ini bekerja dengan menghambat aktivitas asetilkolin, yaitu zat kimia di otak yang berperan dalam pengaturan gerakan tubuh. Mekanisme tersebut dapat membantu mengurangi gejala seperti tremor dan kekakuan otot pada pasien yang membutuhkan terapi.
Hexymer termasuk obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dan pengawasan dokter. Penggunaan sembarangan, terlebih untuk memperoleh efek euforia, dapat membahayakan kesehatan.
Bahaya dan Dampak Negatif Hexymer
Trihexyphenidyl dapat menimbulkan efek samping, terutama jika digunakan dalam dosis berlebihan atau tanpa indikasi medis. Berikut sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, mengutip dari laman National Library of Medicine:
- Mulut kering. Obat dapat mengurangi produksi air liur sehingga mulut terasa kering.
- Gangguan penglihatan. Pengguna dapat mengalami pandangan kabur dan kesulitan memfokuskan penglihatan.
- Pusing dan kebingungan. Efek terhadap sistem saraf dapat mengganggu konsentrasi dan orientasi.
- Sembelit dan kesulitan buang air kecil. Efek antikolinergik dapat mengganggu fungsi saluran pencernaan dan kemih.
- Halusinasi. Penggunaan dalam dosis berlebihan dapat memicu gangguan persepsi, kebingungan, hingga halusinasi.
- Gangguan jantung dan sistem saraf. Keracunan akibat dosis berlebihan dapat menyebabkan komplikasi serius yang membutuhkan penanganan medis segera.
Trihexyphenidyl juga perlu digunakan secara hati-hati oleh orang dengan kondisi tertentu, seperti glaukoma atau gangguan saluran kemih. Pasien perlu menyampaikan riwayat kesehatannya kepada dokter sebelum menjalani pengobatan.
Penyalahgunaan Hexymer untuk mendapatkan efek euforia dapat memicu gangguan mental dan keracunan obat. Risiko komplikasi semakin perlu diwaspadai apabila obat dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau bersama zat lain.
Perbedaan Tramadol dan Hexymer
Tramadol dan Hexymer memiliki fungsi medis yang berbeda meskipun keduanya dapat menimbulkan dampak serius apabila disalahgunakan.
- Tramadol: Obat golongan opioid yang digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat.
- Hexymer: Obat yang mengandung trihexyphenidyl dan digunakan untuk membantu menangani gejala gangguan pergerakan tertentu.
Tramadol bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat untuk mengurangi rasa sakit. Sementara itu, trihexyphenidyl menghambat aktivitas asetilkolin untuk membantu mengendalikan gejala gangguan gerakan.
Keduanya tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Penggunaan harus disesuaikan dengan diagnosis, kondisi kesehatan, dan petunjuk tenaga medis.
Cara Menghindari Bahaya Penyalahgunaan Obat
Untuk mengurangi risiko akibat penggunaan obat keras, masyarakat perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan obat sesuai resep dan dosis yang diberikan dokter.
- Jangan membeli atau mengonsumsi obat keras tanpa petunjuk medis.
- Hindari menggunakan obat untuk mendapatkan efek mabuk atau euforia.
- Jangan memberikan obat resep kepada orang lain.
- Konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika mengalami efek samping.
- Simpan obat di tempat aman dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Jika seseorang mengalami kesulitan bernapas, kejang, penurunan kesadaran, atau kebingungan berat setelah mengonsumsi obat, segera cari pertolongan medis darurat.
Tramadol merupakan obat pereda nyeri golongan opioid, sedangkan Hexymer mengandung trihexyphenidyl yang digunakan untuk membantu mengatasi gejala gangguan pergerakan tertentu.
Kedua obat tersebut memiliki manfaat medis jika digunakan sesuai indikasi dan pengawasan dokter. Sebaliknya, penggunaan tanpa resep atau dalam dosis berlebihan dapat menyebabkan efek samping serius, mulai dari gangguan kesadaran dan halusinasi hingga keracunan yang mengancam jiwa.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami fungsi dan risiko obat sebelum menggunakannya. Hindari penyalahgunaan obat keras dan konsultasikan kebutuhan pengobatan kepada tenaga kesehatan agar penggunaannya tetap aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














