Kesehatan Umum

Apa itu penyakit lupus yang diidap oleh Selena Gomez?

Senin, 30 November 2020 | 10:34 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa itu penyakit lupus yang diidap oleh Selena Gomez?

ILUSTRASI. Selena Gomez. REUTERS/Danny Moloshok

KONTAN.CO.ID - Fans penyanyi Selena Gomez sejak Sabtu (28/11/2020), geram dengan serial drama Saved By The Bell

Gara-garanya, dalam episode 6 yang tayang di layanan streaming Peacock NBCU itu menjadikan momen transplantasi ginjal Selena Gomez pada 2017 sebagai lelucon. 

Dikutip Kompas.com, Minggu (29/11), dalam salah satu adegan, ada dua siswa (yang bukan pemeran utama) berdebat tentang siapa pendonor ginjal Selena.

Dalam adegan lain dari episode yang sama, salah satu dinding sekolah memiliki pesan yang ditulis dengan coretan hitam tentang operasi pelantun "Who Says" itu. "Apakah Selena Gomez punya ginjal?" isi teks di dinding tersebut.

Seperti diketahui, pada 2017 Selena mengungkapkan bahwa menerima transplantasi ginjal dari temannya, Francia Raisa, untuk menjalani pengobatan sakit lupusnya. Lantas, apa itu penyakit lupus seperti yang diidap Selena Gomez? 

Baca Juga: Penyebab dan cara mengatasi benjolan di leher ini perlu Anda perhatikan

Mengenal penyakit lupus

Dirangkum dari laman resmi Perhimpunan Reumatologi Indonesia, penyakit lupus adalah salah satu penyakit autoimun. 

Autoimun adalah kondisi di mana sistim imun di dalam tubuh tidak mampu membedakan antara kuman dan benda asing dari luar tubuh dengan sel-sel atau jaringan tubuh sendiri. Sehingga sistim imun menyerang sel-sel dan jaringan tubuh sendiri. 

Penyakit lupus juga dikenal dengan istilah penyakit seribu wajah karena penampilan penyakitnya, gejala, dan tanda-tandanya sangat beragam dan banyak menyerupai penyakit lainnya. 

Penderita lupus bisa muncul gejala yang tidak khas  dan samar-samar, yang menyebabkan kesulitan dalam mengenali penyakit lupus ini. 

Lupus banyak dijumpai pada wanita, terutama wanita usia reproduktif  dibanding laki-laki, dan umur terbanyak adalah pada 15-45 tahun, namun demikian pada anak-anak dan usia lanjut juga bisa ditemukan.

Tidak ada satu pun pemeriksaan laboratorium tunggal yang dapat memastikan seseorang menderita lupus. Banyak penderita mengalami gejala-gejala lupus untuk beberapa tahun lamanya, sebelum mereka betul-betul ditetapkan menderita lupus.

Baca Juga: Ini gejala rematik yang harus Anda waspadai

Editor: Virdita Ratriani


Terbaru