kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45858,63   -4,24   -0.49%
  • EMAS1.341.000 0,22%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Apa Itu Obsesi? Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Menangani Gangguan Mental


Sabtu, 18 Mei 2024 / 18:45 WIB
Apa Itu Obsesi? Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Menangani Gangguan Mental
ILUSTRASI. Obsesi terhadap seseorang


Penulis: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketahui penyebab obsesi terhadap seseorang dapat berlebihan. Fenomena ini tentu mudah dijumpai dan kerap digambarkan dalam sebuah karya film.

Obsesi terhadap seseorang dapat timbul sebagai fenomena psikologis saat seseorang memikirkan atau memiliki perasaan yang berulang-ulang, intens, dan sulit dikendalikan terhadap orang lain.

Hal ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, termasuk hubungan interpersonal, pekerjaan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Bila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, ini akan menimbulkan gejala gangguan obsesi berlebihan.

Baca Juga: 12 Tanda Orang Terobsesi Cinta Pada Anda

Pengertian Obsesi

Obsesi

Gangguan Obsesif menjadi sebuah kondisi psikologis yang muncul sebagai keinginan obsesif yang berlebihan untuk melindungi dan memiliki orang lain.

Seringkali ketidakmampuan menerima penolakan semakin berkontribusi pada hubungan cinta yang tidak sehat.

Hubungan yang sehat adalah lingkungan yang peduli dan mendukung di mana individu dapat tumbuh dan berkembang. Cinta obsesif lebih tentang kontrol dan pemikiran serta perilaku ekstrem.

Baca Juga: Apa Itu Penyakit OCD? Ini Bedanya Obsesi Bagi Penderita OCD dan Orang Biasa

Jenis Obsesi

Ada beberapa jenis Obsesi Terhadap Seseorang:

  • Obsesi Romantis: Ini adalah jenis obsesi di mana seseorang terus-menerus memikirkan dan merasakan perasaan cinta yang mendalam terhadap seseorang, bahkan jika orang tersebut tidak merespons atau tidak memiliki perasaan yang sama.
  • Obsesi Terhadap Selebriti: Terkadang, seseorang dapat mengalami obsesi terhadap selebriti, di mana mereka secara berlebihan terpaku pada kehidupan, penampilan, atau karya-karya selebriti tersebut.
  • Obsesi Terhadap Orang Tidak Dikenal: Orang ini dapat mengalami obsesi terhadap seseorang yang tidak mereka kenal secara pribadi, mungkin karena mereka tertarik pada penampilan atau perilaku orang tersebut.
  • Obsesi Patologis: Seseoran terus-menerus terpengaruh oleh pikiran yang tidak diinginkan dan sulit untuk dikendalikan terhadap seseorang, bahkan jika mereka menyadari bahwa pikiran tersebut tidak masuk akal.
  • Obsesi Seksual: Seseorang dapat mengalami obsesi seksual terhadap seseorang, di mana mereka terus-menerus memikirkan fantasi-fantasi seksual tentang orang tersebut, bahkan jika itu tidak diinginkan atau bertentangan dengan nilai-nilai mereka.

Faktor penyebab Obsessive Love Disorder

Berikut ini beberapa faktor penyebab Obsessive Love Disorder menurut laman Integrative Life Center.

1. Adanya pengabaian

Pengabaian pada masa kanak-kanak dapat menghambat kemampuan seseorang untuk membentuk keterikatan yang sehat di kemudian hari. Upaya dalam pengabaian dapat menimbulkan kecemasan, rasa tidak aman, atau rasa posesif dalam hubungan, yang dapat memperburuk gejala gangguan cinta.

2. Trauma

Pelecehan fisik atau emosional di masa lalu dapat mengakibatkan perasaan hampa dan kesakitan dalam jangka panjang. Gejala gangguan cinta sepertinya menjadi cara untuk mengatasi kekosongan akibat trauma masa lalu.

3. Rendah diri

Perasaan tidak berharga yang terus-menerus atau kurangnya rasa percaya diri dapat menyebabkan seseorang mengaburkan batasan untuk merasa dicintai.

4. Gangguan kepribadian ambang

Gangguan kesehatan mental ini memengaruhi cara Anda berpikir dan merasakan tentang diri sendiri dan orang lain. Hal ini menyebabkan masalah dalam fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup masalah citra diri, kesulitan mengelola emosi dan perilaku, dan hubungan yang tidak stabil.

Dengan BPD, Anda memiliki ketakutan yang sangat besar akan pengabaian atau ketidakstabilan. Anda juga mungkin kesulitan menoleransi kesendirian. Ini adalah kelainan paling umum yang terjadi bersamaan dengan Obsessive Love Disorder.

5. Erotomania

Gangguan delusi langka ini dapat menyebabkan seseorang percaya bahwa orang tertentu adalah takdirnya. Cinta obsesif dapat memperparah delusi tentang hubungan yang sehat atau tidak ada.

6. Gangguan Kemelekatan

Gaya keterikatan yang tidak aman berkembang selama masa kanak-kanak. Mereka dapat membuat orang merasa seolah-olah “sepatu lain” akan terus-menerus terjatuh. Perasaan ini dapat menimbulkan perilaku obsesif dan mengontrol dalam hubungan.

7. Gangguan obsesif kompulsif

Orang dengan OCD dapat mengembangkan kondisi yang disebut “Relationship OCD.” Hal ini ditandai dengan pikiran dan perilaku obsesif terhadap hubungan.

Cara mencegah perilaku obsesi

1. Tidak Ada Kontak

Salah satu langkah pertama menuju penyembuhan adalah memutuskan semua kemungkinan hubungan dengan orang yang Anda obsesikan. Aturan ini mencakup media sosial dan kontak telepon.

2. Tetap Sibuk

Fokuskan energi Anda pada hobi, olahraga, atau hubungan dengan keluarga dan teman.

3. Latih Perhatian

Anda dapat meningkatkan kesadaran saat Anda mulai berpikir obsesif. Perhatian penuh ini dapat membantu Anda menciptakan kebiasaan sehat.

4. Terapi Psikologis

Anda perlu mencari bantuan profesional untuk masalah kesehatan mental. Perawatan ini adalah bagaimana Anda mendapatkan nasihat ahli dan perawatan medis yang tepat yang Anda butuhkan.

Itulah panduan informasi terkait gangguan obsesi terhadap seseorang yang perlu dideteksi sejak dini.

Selanjutnya: Ini Strategi Kemenparekraf Dorong Pariwisata di Bali Berkualitas dan Berkelanjutan

Menarik Dibaca: Ini Strategi Kemenparekraf Dorong Pariwisata di Bali Berkualitas dan Berkelanjutan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Bedah Tuntas Sengketa Pajak WP Badan: Pemeriksaan Pajak, Keberatan dan Banding di Pengadilan Pajak Mastering Financial Modeling

[X]
×