Apa itu masker scuba yang dianggap tidak efektif cegah virus corona?

Selasa, 22 September 2020 | 12:30 WIB   Reporter: Virdita Rizki Ratriani
Apa itu masker scuba yang dianggap tidak efektif cegah virus corona?

ILUSTRASI. Masker scuba masih banyak dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2020). Pemerintah mengimbau warga untuk tidak menggunakan masker scuba dan buff karena efektivitas hanya sebesar 0-5 persen. Warga dianjurkan untuk menggunakan masker yang e


KONTAN.CO.ID Masker scuba adalah masker yang terbuat dari bahan scuba atau kain yang dapat melar seperti kain spandeks.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan masker scuba dan buff kurang efektif menangkal virus corona. 

" Masker scuba atau buff adalah masker dengan satu lapisan saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk tembus lebih besar," kata Wiku dikutip Kompas.com, Selasa (15/9/2020). 

Selain itu, masker scuba dilarang di KRL karena biasanya mudah untuk ditarik ke leher sehingga penggunaannya tidak berarti. Wiku menyatakan masker merupakan alat penting untuk mencegah penularan virus corona sehingga masyarakat perlu menggunakan masker berkualitas.

"Masker kain yang bagus berbahan katun dan berlapis tiga. Mengapa itu penting karena kemampuan menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan lebih banyak," lanjut dia.

Baca Juga: Apakah masker kain efektif menangkal infeksi Virus Corona?

Efetivitas masker scuba dan buff

KCI juga mengunggah tentang jenis-jenis masker dan efektivitasnya di akun instagram resmi mereka. Efektivitas masing-masing jenis masker:

  1. Masker N95: efektivitas 95% hingga 100%. 
  2. Masker bedah: efektivitas 80% hingga 95%. 
  3. Masker FFPI: efektivitas 80% hingga 95%.
  4. Masker bahan 3 lapis: efektivitas 50% hingga 70%.
  5. Masker scuba/ buff: efektivitas 0% hingga 5%.

Baca Juga: Ingat, mulai hari ini penumpang KRL wajib pakai masker jenis ini

Editor: Virdita Ratriani


Terbaru