kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.136.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

​Apa Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan Manusia?


Senin, 21 Agustus 2023 / 15:25 WIB
​Apa Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan Manusia?


Penulis: Virdita Ratriani

Dampak Polusi Udara -  Kualitas udara di Jakarta tengah menjadi sorotan publik. Sebenarnya, adakah dampak polusi udara terhadap kesehatan manusia? 

Dalam beberapa hari terakhir, Jakarta dikategorikan sebagai kota besar yang memiliki kualitas udara terburuk di dunia menurut AQAir. 

Dikutip dari Kompas.com (21/8/2023), kualitas udara di DKI Jakarta pada Senin (21/8/2023) pagi terburuk nomor enam di dunia. Pada pukul 05.00 WIB, US air quality index (AQI US) atau indeks kualitas udara di DKI Jakarta tercatat di angka 158. 

Berdasarkan tingkat polusi, DKI Jakarta masuk kategori tidak sehat pada Senin pagi ini. Adapun konsentrasi polutan tertinggi dalam udara DKI Jakarta hari ini yakni PM 2.5. 

Konsentrasi polutan tersebut 14 kali nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO). Untuk itu, apa saja dampak polusi udara terhadap kesehatan manusia? 

Baca Juga: Allianz Life Catat Klaim ISPA Capai Lebih dari 11.400 Kasus Hingga Juli 2023

Dampak polusi udara terhadap kesehatan manusia 

Dampak polusi udara dapat langsung masuk dan menembus pertahanan tubuh manusia, merusak organ tubuh seperti paru-paru, jantung, dan otak, yang pada akhirnya menimbulkan dampak buruk, baik yang bersifat akut maupun kronis. 

Dikutip dari laman Jakarta Rendah Remisi, tingkat kerusakan atau keparahan dari kondisi kesehatan yang diakibatkan oleh paparan polusi udara ini bergantung kepada jenis polutan serta dosis atau tingkat konsentrasi paparannya. 

Dari berbagai jenis polutan yang terdapat di udara ambien, ada dua polutan utama yang memiliki dampak merugikan paling besar pada kesehatan manusia, yaitu ozon permukaan (O3) dan PM2.5 (partikulat berdiameter kurang dari 2.5 mikrometer).

Baca Juga: 5 Tips Cegah Polusi Udara Bagi Pemilik Kendaraan

Polutan-polutan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan di sepanjang hidup manusia, mulai dari masa kandungan sampai lansia. 

Beberapa dampak polusi udara terhadap kesehatan secara jangka pendek adalah sebagai berikut:

  • Iritasi pada mata, hidung, kulit, tenggorokan
  • Mengi, batuk, dan sesak dada
  • Kesulitan bernapas, hingga keadaan yang lebih serius, seperti asma, radang paru-paru, bronkitis, serta masalah paru-paru dan jantung. 

Sementara itu, dampak polusi udara terhadap kesehatan secara langsung seperti:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Pusing setelah terpapar polusi udara. 

Baca Juga: Kementerian ESDM Ubah Formula Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik

Untuk efek jangka panjang, kondisi kesehatan yang ditimbulkan lebih bersifat kronis (seperti kanker) bahkan sampai menyebabkan kematian.

Hasil analisis studi global beban penyakit (The Global Burden of Disease Study) tahun 2019 menunjukan adanya peningkatan risiko kematian dari paparan jangka panjang PM2.5 dan Ozon permukaan. 

Tidak hanya kematian, beberapa kajian epidemiologi lainnya juga menemukan adanya korelasi antara paparan polusi udara dengan peningkatan risiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, kecil menurut usia kehamilan, bayi lahir prematur, dan kasus stunting. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×