CLOSE [X]

Antisipasi gelombang ketiga Covid-19, ini 6 strategi utama yang dilakukan pemerintah

Jumat, 29 Oktober 2021 | 15:32 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Antisipasi gelombang ketiga Covid-19, ini 6 strategi utama yang dilakukan pemerintah

ILUSTRASI. Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Gelombang ketiga Covid-19 berpotensi terjadi pada akhir tahun 2021 saat libur Natal dan Tahun Baru. 

Berkaca dari tahun lalu, libur panjang akhir tahun menyebabkan peningkatan mobilitas yang bisa berdampak pada meningkatnya penularan Covid-19.

Pemerintah menyiapkan 6 strategi utama untuk mengantisipasi hal ini. Pertama, dengan memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat, agar masyarakat tidak menyikapi penurunan level PPKM dengan euforia yang berlebihan.

Kedua, meningkatkan laju vaksinasi untuk kelompok lanjut usia, terutama di wilayah aglomerasi dan pusat pertumbuhan ekonomi. Ketiga, mendorong percepatan vaksinasi anak agar imunitas anak sudah terbentuk ketika musim libur tiba.

Strategi keempat adalah menertibkan mobilitas pelaku perjalanan internasional dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, terutama ke Bali.

Baca Juga: Kinerja kuartalan Apple dan Amazon picu kekhawatiran pasar

6 Strategi utama antisipasi gelombang ketiga Covid-19 

Dirangkum dari akun Instagram resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), berikut adalah 6 strategi utama antisipasi gelombang ketiga Covid-19:

  1. Pastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat. Sehingga, penurunan level PPKM tidak disikapi dengan euforia. 
  2. Tingkatkan laju vaksinasi untuk kelompok lanjut usia. Terutama wilayah aglomerasi dan pusat pertumbuhan ekonomi. 
  3. Dorong percepatan vaksinasi anak. Hal ini diperlukan agar imunitas anak sudah terbentuk ketika musim libur Natal dan Tahun Baru. 
  4. Tertibkan mobilitas pelaku perjalanan internasional dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, terutama ke Bali. 
  5. Perkuat peran pemerintah daerah dalam mengawasi kegiatan dan mengedukasi warga terutama tentang rincian protokol kesehatan yang harus dijalankan. 
  6. Kampanye protokol kesehatan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat. 

Baca Juga: Kasus melandai, AS masukkan Indonesia ke Level 1 atau risiko rendah COVID-19

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru