Tips Sehat

Anda tidak ingin terkena batu ginjal? Hindari beberapa hal berikut ini

Jumat, 17 Juli 2020 | 18:36 WIB Sumber: Kompas.com
Anda tidak ingin terkena batu ginjal? Hindari beberapa hal berikut ini

ILUSTRASI. Ilustrasi. Seorang penderita batu ginjal ingin buang air kecil.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Batu ginjal merupakan salah satu penyakit yang kerap dikeluhkan. Umumnya, batu ginjal selalu dikaitkan dengan kurang minum. 

Saat tubuh kurang terhidrasi, mineral dan garam yang harusnya terbuang lewat air seni jadi mengendap dan membentuk "batu" di ginjal. 

Baca Juga: Manfaat lemon untuk kesehatan yang wajib Anda ketahui

Kurang minum bukanlah satu-satunya penyebab terbentuknya batu ginjal.Ada juga kebiasaan dan juga masalah lainnya yang menyebabkan batu ginjal.

Berikut beberapa penyebab penyakit batu ginjal yang kerap disepelekan: 

1. Kurang minum air 

Sebagian besar tubuh Anda terdiri dari air. Oleh karena itu mencukupi kebutuhan cairan setiap hari amatlah penting. 

Kurangnya cairan dalam tubuh dapat menyebabkan mineral mudah mengkristal. Untuk itu, Anda disarankan untuk mencukupi kebutuhan air minum atau cairan. 

2. Konsumsi garam berlebih 

Makanan yang mengandung garam atau sodium tinggi bisa menjadi biang batu ginjal. Oleh karenanya, kurangi penggunaan garam berlebihan dalam asupan. 
Selain itu, hindari mengonsumsi makanan tinggi garam seperti makanan kalengan, roti, dan makanan yang diawetkan. Makanan bergaram tinggi bisa meningkatkan risiko pembentukan batu kalsium di ginjal. 

3. Terlalu banyak protein hewani 

Daging merah dan kerang merupakan dua jenis makanan yang tinggi protein hewani. Keduanya mampu meningkatkan asam urat, menurunkan kandungan sitrat, serta menambah kadar keasaman pada air seni. 

Peningkatan asam urat tidak hanya dapat mengakibatkan gangguan asam urat di persendian, tetapi juga menyebabkan batu ginjal. 

4. Konsumsi oksalat yang tinggi 

Batu ginjal bisa dibedakan berdasarkan dengan jenis mineral yang membentuknya. Jenis batu ginjal yang paling sering ditemui adalah padatan campuran kalsium dan oksalat yang menyatu ketika ginjal memproduksi air seni. 

Batu ginjal jenis ini disebabkan konsumsi senyawa oksalat yang berlebih. Makanan tinggi oksalat biasanya dapat ditemui di makanan sehat dan sayur-mayur, seperti bayam, buah bit, belimbing, kacang-kacangan dan sebagainya. 
Saat mengonsumsi makanan tinggi oksalat, coba nikmati bersama dengan makanan tinggi kalsium. Kalsium dapat membantu tubuh memproses oksalat dan mengikatnya bersama kalsium di pencernaan, dan tidak mengendap di organ ginjal.  

5. Masalah pada pencernaan 

Batu ginjal juga biasanya ditemukan pada penderita gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn, penyakit peradangan usus besar, dan kolitis ulseratif. 

Gangguan pada pencernaan dapat menimbulkan diare dan mengurangi frekuensi buang air kecil. Saat Anda tidak mengeluarkan urine sebanyak biasanya, tubuh dapat menyerap lebih banyak oksalat dari usus yang akan tercampur bersama air seni. 

6. Kondisi medis tertentu 

Selain gangguan pada pencernaan, kondisi medis tertentu dapat menjadi penyebab batu ginjal. Penyakit diabetes tipe 2, hiperparatiroidisme, dan asam urat dapat menjadi pemicu batu ginjal.

7. Mengonsumsi obat-obatan tertentu 

Selain kondisi medis tertentu, mengonsumsi obat-obatan tertentu berupa obat diuretik, antibiotik, obat untuk HIV, dan sebagainya juga berpotensi menjadi penyebab batu ginjal. 

Penyakit batu ginjal dapat segera ditanggulangi dengan penanganan yang cepat dan tepat. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala batu ginjal seperti: 

  • Ada darah di air seni
  • Kesulitan untuk buang air kecil 
  • Rasa nyeri yang parah saat duduk atau berganti posisi duduk 
  • Rasa nyeri yang diiringi mual dan muntah 
  • Rasa nyeri yang didampingi dengan demam dan menggigil 

Beberapa tanda-tanda di atas mengindikasikan adanya penyakit batu ginjal yang cukup parah dan memerlukan perhatian medis dengan segera.(Mahardini Nur Afifah) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Penyebab Batu Ginjal yang Kerap Diabaikan",

Editor: Tri Sulistiowati
Terbaru