Kesehatan Anak

Anak Lesti Operasi Hernia, Kenali Ciri-Ciri Hernia dan Cara Mencegahnya

Rabu, 21 September 2022 | 07:17 WIB   Reporter: Adi Wikanto, Helvana Yulian
Anak Lesti Operasi Hernia, Kenali Ciri-Ciri Hernia dan Cara Mencegahnya

ILUSTRASI. Anak Lesti Operasi Hernia, Kenali Ciri-Ciri Hernia dan Cara Mencegahnya


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Anak pasangan artis Rizky Billar dan Lesti Kejora, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar akan menjalani operasi hernia. Apa itu hernia? Apa ciri-ciri hernia? Bagaimana cara mencegah hernia?

Hernia adalah tonjolan atau benjolan lunak di bawah kulit yang muncul karena organ atau jaringan tubuh mendesak otot yang melemah. Jadi, ciri-ciri umum hernia adalah munculnya benjolan lunak di anggota badan.

Umumnya, ciri-ciri hernia ini terlihat di sekitar pinggang dan perut. Benjolan akibat hernia tidak boleh dibiarkan karena bisa  menyebabkan aliran darah tersumbat sehingga terjadi kematian jaringan.

 

Hernia bisa terjadi pada bayi seperti anak Lesti, maupun pada orang dewasa. Mengutip Kompas.com, jenis hernia pada bayi terbagi menjadi dua yakni hernia inguinalis dan hernia umbilikalis.

Baca Juga: ​Apa Itu Hernia pada Bayi? Ini Penyebab dan Gejala Hernia pada Bayi

  • Hernia Inguinalis

Dilansir dari Cleveland Clinic, hernia inguinalis adalah tonjolan yang muncul di selangkangan. Hernia ini muncul ketika usus bayi menonjol melalui dinding perut bayi.

  • Hernia umbilikalis

Dikutip dari Kids Health, hernia umbilikalis adalah hernia yang menonjol di pusar. Hernia ini muncul ketika bagian dari usus anak menonjol melalui dinding perut di dalam pusar. Itu muncul sebagai benjolan di bawah pusar. Hernia umbilikalis biasanya terjadi pada bayi laki-laki dengan kelahiran prematur.

Ciri-ciri hernia

Ciri-ciri hernia inguinalis pada bayi dan anak, termasuk:

  • Nyeri dan ketidaknyamanan yang membaik dengan istirahat.
  • Berat atau tekanan di selangkangan mereka.
  • Skrotum bengkak.
  • Pembakaran di lokasi tonjolan.
  • Keengganan dan kesulitan makan pada bayi.

Ciri-ciri hernia umbikalis yang utama adalah benjolan yang terlihat di bawah kulit di sekitar pusar. Hernia bisa menjadi lebih besar dan lebih kecil.

Hernia bisa menjadi lebih besar ketika seorang anak melakukan sesuatu yang menciptakan tekanan di perut, seperti berdiri, menangis, batuk, atau mengejan untuk buang air besar. Hernia bisa menjadi lebih kecil lagi ketika anak berbaring dan tenang.

Diagnosis hernia

Hernia inguinalis bisa didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan mencari tonjolan di selangkangan atau skrotum anak Anda saat mereka menangis atau mengejan. Mereka akan menentukan apakah itu hilang saat anak Anda rileks atau tidak.

Jika anak Anda cukup besar, dokter mungkin meminta anak atau bayi untuk berdiri atau batuk saat mereka mencari tonjolan. Mereka mungkin mencoba memijat hernia dengan lembut kembali ke tempatnya. Jarang, penyedia layanan kesehatan anak Anda dapat memesan tes seperti USG untuk mengkonfirmasi diagnosis.

Sedangkan untuk hernia umbikalis, dokter mendiagnosis hernia umbilikalis dengan melihat dan merasakan benjolan atau pembengkakan di area pusar. Benjolan biasanya akan membesar saat bayi menangis dan mengecil atau hilang saat bayi rileks atau bersandar.

Dokter mungkin dengan lembut mencoba memijat hernia kembali ke tempatnya yang tepat di perut. Hernia yang dapat dipijat kembali ke tempatnya disebut hernia "yang dapat direduksi". Ini menunjukkan bahwa usus tidak terjebak ("dipenjara") di pembukaan dinding otot.

Penyebab hernia

Penyebab hernia inguinalis adalah ketika kanal inguinalis tidak menutup sempurna. Kanalis inguinalis seharusnya menutup sebelum lahir, tetapi terkadang tidak menutup sepenuhnya.

Kanalis inguinalis memanjang dari perut bayi hingga alat kelaminnya. Saat kanal inguinalis tidak menutup sepenuhnya, akibatnya meninggalkan lubang untuk usus anak untuk meluncur. Pada anak laki-laki, orangtua bisa melihat dan merasakan tonjolan atau massa abnormal di selangkangan atau skrotum anak Anda.

Sedangkan penyebab hernia umbikalis, saat masih di dalam kandungan, janin memiliki lubang kecil di otot perut. Setelah lahir, lubang bukaan ini tertutup. Namun, terkadang otot tersebut tidak menutup sepenuhnya pada sebagian bayi.

Dari bukaan kecil yang tersisa, sebagian usus dapat menyelinap ke dalam celah di atara otot perut yang belum menutup sempurna tersebut. Jenis hernia ini umumnya banyak diidap bayi yang lahir prematur.

Operasi hernia

Pengobatan hernia inguinalis pada bayi atau anak adalah pembedahan atau operasi. Operasi hernia biasanya memakan waktu kurang dari satu jam dan biasanya merupakan prosedur rawat jalan. Ini berarti anak Anda dapat pulang pada hari yang sama dengan prosedur.

Sedangkan untuk hernia umbikalis, tidak perlu dikhawatirkan. Hernia umbikalis bisa hilang tanpa perawatan medis pada saat anak berusia 4-5 tahun.

Namun, pada kondisi tertentu hernia umbikalis bisa diobati dengan operasi hanya jika: Hernia tidak menutup pada usia 4 atau 5 tahun Hernia menjadi terkurung (tidak dapat dengan mudah dikurangi)

Cara mencegah hernia

Hernia juga bisa terjadi pada orang dewasa. Berikut cara ampuh mencegah hernia yang dirangkum dari Healthline:

1. Mempertahankan berat badan yang ideal

Cara ampuh untuk mencegah hernia yang pertama dalah mempertahankan berat badan yang ideal. Penting selalu menjaga berat badan tetap ideal sebagai langkah pencegahan obesitas.

Obesitas dapat membuat dinding perut tertekan akibat adanya lemak tubuh ekstra yang memberikan kekuatan pada bagian tengah tubuh.

2. Konsumsi makanan berserat tinggi

Cara ampuh untuk mencegah hernia yang kedua adalah konsumsi makanan berserat tinggi. Buang air besar yang teratur dan lancar tentunya dapat mencegah terjadinya sembelit.

Sembelit sendiri diketahui sebagai salah satu faktor risiko pemicu terjadinya hernia. Sembelit rentan membuat seseorang untuk mengejan terlalu keras saat buang air besar.

Maka dari itu, penting untuk mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, hingga kacang-kacangan. Selain itu, penting untuk selalu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

3. Memeriksakan diri ke dokter jika mengalami batuk kronis

Cara ampuh untuk mencegah hernia yang ketiga adalah memeriksakan diri ke dokter jika mengalami batuk kronis. 

Batuk kronis atau yang berlangsung secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko terjadinya hernia.

Jika Anda mengidap batuk kronis yang dipicu oleh kondisi tertentu seperti asma atau infeksi, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. 

4. Berhenti merokok

Cara ampuh untuk mencegah hernia yang keempat adalah berhenti merokok. Kebiasaan merokok berbahaya untuk semua aspek kesehatan pada tubuh.

Sebab, merokok dapat menyebabkan batuk kronis yang memberikan tekanan ekstra pada perut. Jika Anda merokok, maka pertimbangkanlah untuk berhenti merokok secepat mungkin.

5. Mengonsumsi jus sayur

Cara ampuh untuk mencegah hernia yang kelima adalah mengonsumsi jus sayur. Jus yang terdiri dari wortel, bayam, bawang bombai, brokoli, dan kale, bisa jadi salah satu obat hernia alami.

Nutrisi serta sifat antiradang yang ada pada sayur-sayuran tersebut dipercaya akan membantu meredakan nyeri yang timbul akibat hernia.

Itulah informasi tentang hernia yang kini terjadi pada anak Lesti. Kenali ciri-ciri hernia sejak dini agar dokter bisa segera melakukan tindakan tepat.

Selanjutnya: Harga Minyak Berusaha Rebound Pada Rabu (21/9) Pagi, Setelah Melorot Kemarin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru