Alhamdulillah! Kasus corona di Jakarta turun, 72%-86% tempat tidur rumah sakit kosong

Kamis, 09 September 2021 | 11:30 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Alhamdulillah! Kasus corona di Jakarta turun, 72%-86% tempat tidur rumah sakit kosong

ILUSTRASI. Sejumlah tenaga kesehatan berjalan meninggalkan Rusun Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta, Kamis (2/9/2021). Alhamdulilah! Kasus corona di Jakarta turun, kamar rumah sakit Jakarta 72%-86% kosong. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus baru pasien corona di Jakarta yang terus melandai dalam sebulan terakhir membuat tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit alias bed occupancy rate (BOR) terus melorot

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut hingga saat ini mayoritas bed occupancy rate (BOR) rumah sakit darurat maupun rumah sakit yang khusus melayani pasien corona di Jakarta banyak yang kosong.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, update terakhir bed occupancy rate (BOR). Ia menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan corona di Jakarta. 

Baca Juga: Per 5 September, zona merah Covid-19 hanya 5 daerah, Jakarta sudah kuning

Berdasarkan data terakhir hingga 5 September 2021, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi corona di Jakarta dan tempat tidur ICU corona di Jakarta ada 140 RS rujukan. 

Untuk tempat tidur isolasi corona di Jakarta ada sejumlah 7.372, persentase keterisiannya sebesar 14% dengan total pasien isolasi sebanyak 1.030 orang, artinya 86% tempat tidur isolasi corona di Jakarta kosong. 

Sedangkan, untuk tempat tidur ICU corona di Jakarta sejumlah 1.280, persentase keterisiannya sebesar 28% dengan total pasien ICU sebanyak 359 orang, atau berarti 72% tempat tidur ICU corona di Jakarta saat ini dalam kondisi kosong.

Baca Juga: Positivity rate corona di Jakarta 2,5%, sudah turun jauh di bawah batas aman WHO

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengambarkan data perbaikan penanganan corona di Jakarta terutama dari tingkat positivity rate.

SELANJUTNYA>>>

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyatakan tingkat positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta pada hari Rabu 8 September 2021 sebesar 2,4%.

Tingkat positivity rate corona di Jakarta atau persentase kasus positif corona di Jakarta sepekan terakhir pada Rabu ini lebih baik dibandingkan dengan posisi di Jakarta positivity rate corona di Jakarta dalam sepekan di hari Selasa (7/9) kemarin yakni sebesar 2,7%, 

Baca Juga: UPDATE Corona di Jakarta Rabu (8/9) positif 428, sembuh 670 meninggal 14

Sedangkan persentase kasus positif corona di Jakarta secara total pada Rabu (8/9) ini tercatat sebesar 14,4%, atau lebih baik jika dibandingkan dengan sedangkan persentase kasus positif secara total pada hari Selasa (7/9) yang sebesar 14,5%.  

Sebagai catatan, WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif corona di suatu wilayah tidak lebih dari 5%.

Menurut Dwi, berdasarkan data terkini yang dihimpun Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (8/9) telah dilakukan tes PCR corona di Jakarta sebanyak 22.496 spesimen. 

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 8 September: Tambah 6.731 kasus baru, selalu jaga prokes

Dari jumlah tes corona di Jakarta tersebut, sebanyak 19.121 orang dites PCR corona di Jakarta pada Rabu (8/9) untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 428 positif dan 18.693 negatif. 

Selain itu, fasilitas kesehatan di DKI Jakarta juga melakukan tes antigen corona di Jakarta hari ini sebanyak 19.530 orang dites, dengan hasil 81 positif dan 19.449 negatif.

SELANJUTNYA>>>

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk tes corona di Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. 

"Target tes corona di Jakarta ini telah terlampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 97.653 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR corona di Jakarta kini telah mencapai 555.837 per sejuta penduduk," terangnya.

Baca Juga: Vaksin Pfizer di DKI Jakarta, ini syarat dan lokasi penyuntikannya

Pada kesempatan itu Dwi juga menyampaikan jumlah kasus aktif corona di Jakarta turun sejumlah 256 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 4.513 (orang yang masih dirawat/ isolasi). 

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi corona di Jakarta secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 853.599 kasus. 

Perlu diketahui, hasil tes antigen positif corona di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR corona.

Baca Juga: Cek, syarat dan lokasi penyuntikan vaksin Pfizer di DKI Jakarta

Dari jumlah total kasus positif corona di Jakarta, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 835.700 dengan tingkat kesembuhan 97,9%, 

Dinas Kesehatan juga mencatata ada total 13.386 orang pasien corona di Jakarta meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,3%.

SELANJUTNYA>>

Sementara itu, proses vaksinasi corona di Jakarta juga masih terus berlangsung. 

Vaksinasi corona di Jakarta untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 9.973.798 orang (111,5%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 37.689 orang. 

Sedangkan, vaksinasi corona di Jakarta total dosis 2 kini mencapai 6.478.196 orang (72,5%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 125.215 orang.

Lebih lanjut, pencapaian vaksinasi corona di Jakarta untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 83,6% dan untuk dosis 2 sebanyak 64,2%. 

Baca Juga: Varian baru Mu muncul, ini pesan Presiden Jokowi

Sedangkan vaksinasi corona di Jakarta kepada warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 118,5% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 73,1%.

Sementara vaksinasi corona di Jakarta kepada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 88,1% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 76,7%. 

Dwi juga melaporkan perkembangan vaksinasi corona di Jakarta untuk program vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 204.028 orang dan dosis 2 sebanyak 171.167 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 3 4 Tampilkan Semua
Editor: Syamsul Azhar

Terbaru