kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ahli kesehatan: Long Covid bisa menjadi pandemi dalam pandemi


Minggu, 21 Februari 2021 / 10:55 WIB


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Sedikit yang diketahui tentang mengapa beberapa orang, setelah melalui fase akut Covid-19, menderita gejala yang berkelanjutan, termasuk kelelahan, kabut otak, serta gangguan jantung dan neurologis.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dengan mengalihkan perhatian pada pandemi virus corona ke kampanye vaksinasi, "Long Covid tidak boleh jatuh melalui celah".

Menurut dia, dampak Long Covid pada masyarakat dan ekonomi mulai menjadi jelas. Dan untuk alasan itu, "orang mulai mendengarkan" di luar komunitas medis.

"Meski tingkat penelitian terus meningkat, itu masih belum cukup," katanya, Selasa (9/2), seperti dilansir Channel News Asia.

Maria Van Kerkhove, Technical Lead WHO untuk Covid-19, bilang, organisasinya terus mempelajari Long Covid. "Kami tahu bahwa lebih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," katanya.

Selanjutnya: WHO mencatat 25 gejala virus corona baru, apa saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×