Ada varian Omicron, Epidemiolog UI sebut PPKM tetap sesuai kondisi wilayah

Selasa, 30 November 2021 | 10:25 WIB   Reporter: Abdul Basith Bardan
Ada varian Omicron, Epidemiolog UI sebut PPKM tetap sesuai kondisi wilayah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus virus corona (Covid-19). Hal itu menyusul adanya varian omicron yang ditetapkan menjadi varian of concern oleh WHO. Meski begitu, pemerintah tetap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sesuai dengan penilaian yang telah ada.

"PPKM tetap sesuai levelnya dengan pengaturan mobilitas dan kerumunan tambahan di liburan natal dan tahun baru," ujar Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Iwan Ariawan saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (29/11).

Sebelumnya pemerintah telah mempersipkan kebijakan pencegahan penularan selama libur Nataru. Hal itu dengan menerapkan PPKM level 3 mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Baca Juga: Pakai masker adalah cara pencegahan Covid-19 paling efektif

Sementara dalam menghadapi varian omicron, pemrintah melakukan pembatasan masuknya pelaku perjalanan luar negeri. Indonesia pun akan menetapkan kebijakan melarang masuk bagi pelaku perjalanan yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari ke negara yang disinyalir terdapat kasus positif varian omicron.

Antara lain adalah Afrika Selatan, Bostwana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hongkong. Indonesia juga memperpanjang masa karantina bagi pelaku perjalanan di luar negara tersebut menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari.

"Langkah yang diambil pemerintah Indonesia sudah cukup. Langkah-langkah tersebut hasil diskusi pemerintah dengan para epidemiolog," ungkapnya.

Iwan menyebut bahwa varian omicron masih dalam tahap penelitian. Oleh karena itu kebijakan yang ada saat ini masih memungkinkan untuk berubah sesuai informasi yang berkembang.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: BI waspadai akan risiko-risiko ini pada tahun 2022 mendatang

Editor: Handoyo .
Terbaru