9 Gejala Diabetes yang Sering Tidak Disadari, Kenali Sebelum Terlambat

Selasa, 08 November 2022 | 08:13 WIB Sumber: Kompas.com
9 Gejala Diabetes yang Sering Tidak Disadari, Kenali Sebelum Terlambat

ILUSTRASI. Penyakit diabetes mellitus kerap disebut sebagai silent killer karena gejalanya sering tak disadari tapi bisa begitu mematikan.


KONTAN.CO.ID - Penyakit diabetes mellitus kerap disebut sebagai silent killer karena gejalanya sering tak disadari tapi bisa begitu mematikan.

Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda mengalami diabetes atau tidak adalah dengan melakukan tes gula darah di fasilitas kesehatan.

Namun, sebelum melakukan tes gula darah, Anda dapat pula mendeteksi secara mandiri gejala diabetes yang mungkin sudah sudah terjadi.

Berikut ini adalah ragam gejala diabetes yang yang sering tak disadari:

Baca Juga: 3 Cara mengatasi sering buang air kecil yang bisa Anda coba

1. Berat badan turun drastis

Saat terkena diabetes, berat badan seseorang bisa turun drastis. Hal itu disebabkan karena adanya gangguan insulin. Jadi, jangan terlalu gembira jika Anda yang mengalami obesitas mendapati berat badan turun secara tiba-tiba karena bisa jadi gejala diabetes.

2. Sering mengalami gatal-gatal

Rasa gatal dikaitkan dengan respons tubuh terhadap kadar gula dalam darah yang melonjak. Ketika frekuensi buang air kecil meningkat, tubuh cenderung akan kehilangan banyak cairan.

Kondisi inilah yang menjadi pemicu kulit kering, sehingga muncul rasa gatal-gatal.

Baca Juga: Cara menurunkan berat badan alami yang aman dilakukan

3. Kurang bertenaga dan sering merasa lapar

Sering merasa lapar dapat menjadi tanda hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah. Kondisi ini juga patut diwaspadai karena bisa berbahaya.

Melansir Buku Diabetes? Siapa Takut (2009) oleh Dr. Sri Hartini KS Kariadi, pada penderita diabetes, karea insulin bermasalah, pemasukan gula ke dalam sel-sel tubuh kurang, sehingga energi yang dibentuk pun kurang.

Inilah sebabnya orang yang merasa kurang bertenaga bisa mengalami diabetes. Sementara, otak akan berpikir bahwa kurang energi itu disebabkan oleh kurang makan, maka tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan menimbulkan sering rasa lapar.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru