kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

7 rasa nyeri di bagian tubuh ini tak boleh diabaikan, bisa tanda penyakit berbahaya


Sabtu, 16 November 2019 / 11:55 WIB
7 rasa nyeri di bagian tubuh ini tak boleh diabaikan, bisa tanda penyakit berbahaya
ILUSTRASI. Serangan jantung merupakan penyakit mendadak yang memang tidak diawali dengan gejala apapun. Selain keturunan sakit jantung juga bisa disebabkan oleh gaya hidup. Pola hidup yang tidak sehat seperti makan yang berlebihan, mengosumsi alkohol serta merokok a

Sumber: Grid | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Pasti semua orang pernah merasakan rasa nyeri di bagian tubuh tertentu ya, girls. Entah itu nyeri di bagian kepala, bahu, punggung, atau bahkan pada organ intim sekalipun.

Rasa nyeri yang datang enggak boleh kita anggap remeh lho, girls! Sebab, rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu bisa mengindikasikan kita menderita suatu penyakit yang bisa aja membahayakan kesehatan kita!

Baca Juga: Banyak orang tak sadar terkena diabetes, begini cara melawannya

1. Nyeri yang menusuk di antara tulang belikat

Bisa aja serangan jantung karena sekitar 30% orang yang mengalami serangan jantung enggak tertangani dengan segera.

Sakit di antara tulang belikat juga cukup sering terjadi pada wanita, biasanya juga diikuti dengan rasa nyeri di rahang, sesak napas, dan mual.

Jika mengalami gejala-gejala ini (bisa lebih dari satu), kita membutuhkan perawatan segera.

Baca Juga: Simak ya, tujuh hal ini bisa menjadi indikasi gejala penyakit jantung

2. Nyeri di kepala

Kalau kita merasa mendapat sakit kepala terburuk dalam hidup dan datangnya secara tiba-tiba, segera cari bantuan! Bisa jadi itu pertanda adanya pendarahan pada otak.

Pendarahan di otak karena pecahnya aneurisma bukanlah hal yang umum, tetapi ketika itu terjadi, tindakan yang cepat adalah kuncinya.

Operasi bisa menyelamatkan hidup dengan menutup kembali daerah yang lemah. Jika enggak mendapat perawatan dengan segera, kita bisa aja meninggal.

Risiko terbesarnya adalah, jika aneurisma pecah dan terjadi pendarahan di otak, pengobatan akan jadi lebih sulit dilakukan.

Jangan mengonsumsi aspirin, jika sakit kepala terjadi tiba-tiba atau terlalu intens. Aspirin justru bisa berisiko meningkatkan pendarahan.

Baca Juga: Kemenkes: Pengguna rokok elektrik terbanyak ada pada kelompok usia sekolah



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×