kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

6 Cara untuk Mencegah Penyakit Kanker Usus yang Layak Dicoba


Rabu, 15 Juli 2026 / 04:57 WIB
 6 Cara untuk Mencegah Penyakit Kanker Usus yang Layak Dicoba
ILUSTRASI. Ada beberapa cara untuk mencegah penyakit kanker usus yang layak dicoba. Kira-kira apa sajakah itu? 


Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas | Editor: Rezki Wening Hayuningtyas

KONTAN.CO.ID - Ada beberapa cara untuk mencegah penyakit kanker usus yang layak dicoba. Kira-kira apa sajakah itu?

Kanker usus merupakan salah satu jenis kanker yang dapat berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Pada tahap awal, penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga penting untuk menerapkan langkah pencegahan sejak dini. Meski tidak ada cara yang dapat menjamin seseorang terbebas sepenuhnya dari kanker usus, gaya hidup sehat terbukti berperan dalam membantu menurunkan risikonya.

Pencegahan kanker usus tidak bergantung pada satu kebiasaan saja. Pola makan bergizi, aktivitas fisik yang cukup, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan yang merugikan kesehatan merupakan bagian penting dalam menjaga saluran pencernaan tetap sehat.

Dengan menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten, Anda tidak hanya mendukung kesehatan usus, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Baca Juga: Campak Masih Bunuh 95.000 Orang Setahun, WHO: Vaksin Telah Selamatkan 59 Juta Nyawa

Cara untuk Mencegah Penyakit Kanker Usus yang Layak Dicoba

Melansir dari laman American Cancer Society, berikut ini beberapa cara untuk mencegah penyakit kanker usus yang layak dicoba:

1. Skrining kanker kolorektal

Skrining adalah pemeriksaan untuk mencari tanda kanker atau kondisi pra kanker pada orang yang belum memiliki gejala. Pemeriksaan ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah kanker usus.

Biasanya, sel abnormal di usus memerlukan waktu sekitar 10 hingga 15 tahun untuk berkembang dari polip menjadi kanker. Dengan melakukan skrining secara rutin, polip dapat ditemukan dan diangkat sebelum berubah menjadi kanker. Selain itu, skrining juga dapat membantu mendeteksi kanker pada tahap awal ketika ukurannya masih kecil dan belum menyebar, sehingga pengobatan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil.

Bagi orang berusia 45 tahun ke atas, pemeriksaan skrining kanker usus dianjurkan untuk mulai dilakukan. Ada beberapa jenis tes yang bisa digunakan. Anda dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan pemeriksaan yang paling sesuai. Hal yang paling penting adalah memastikan skrining dilakukan secara rutin.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan polip usus atau kanker usus, sebaiknya diskusikan risiko tersebut dengan dokter. Dalam beberapa kasus, konseling genetik mungkin disarankan untuk menilai kemungkinan adanya sindrom kanker yang diturunkan dalam keluarga.

2. Mengatur berat badan, aktivitas fisik, dan pola makan

Perubahan gaya hidup juga dapat membantu menurunkan risiko kanker usus, terutama melalui pengaturan berat badan, aktivitas fisik, dan pola makan.

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko kanker usus pada pria maupun wanita. Namun, hubungan ini biasanya lebih kuat pada pria. Menjaga berat badan tetap dalam kisaran sehat dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Orang yang lebih aktif secara fisik cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami kanker usus maupun polip. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat secara teratur dapat memberikan manfaat perlindungan. Meningkatkan frekuensi dan intensitas aktivitas fisik juga dapat membantu menurunkan risiko.

Pola makan yang kaya sayuran, buah buahan, dan biji bijian utuh umumnya dikaitkan dengan risiko kanker usus yang lebih rendah. Sebaliknya, konsumsi daging merah seperti daging sapi, babi, dan domba, serta daging olahan seperti sosis, hot dog, dan daging siap makan, sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.

Beberapa penelitian masih meneliti lebih lanjut mengenai peran serat dalam menurunkan risiko kanker usus. Meski demikian, mengurangi konsumsi daging merah dan olahan serta memperbanyak makanan nabati tetap dianggap sebagai langkah yang baik untuk kesehatan usus.

3. Menghindari konsumsi alkohol

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus, terutama pada pria. Oleh karena itu, sebaiknya alkohol dihindari.

Bagi orang yang tetap mengonsumsi alkohol, jumlahnya sebaiknya dibatasi. Umumnya disarankan tidak lebih dari 1 minuman per hari untuk wanita dan maksimal 2 minuman per hari untuk pria. Mengurangi atau tidak mengonsumsi alkohol sama sekali dapat membantu menurunkan risiko kanker.

4. Berhenti merokok

Kebiasaan merokok dalam jangka panjang diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus, selain juga meningkatkan risiko berbagai jenis kanker lainnya.

Menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu menurunkan risiko kanker usus sekaligus meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Baca Juga: Gosok Gigi Malam: Rahasia Senyum Sehat, Jangan Sepelekan Risikonya!

5. Mengonsumsi vitamin dan mineral

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi multivitamin yang mengandung asam folat mungkin dapat membantu menurunkan risiko kanker usus. Namun, hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten. Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa asam folat dapat memengaruhi pertumbuhan tumor yang sudah ada. Karena itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Vitamin D juga sering dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus. Vitamin ini bisa diperoleh dari paparan sinar matahari, makanan tertentu, atau suplemen. Beberapa penelitian menemukan bahwa kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan risiko kanker usus yang lebih tinggi. Namun, para ahli masih terus meneliti apakah peningkatan asupan vitamin D dapat membantu mencegah kanker secara langsung.

Selain itu, asupan kalsium yang cukup juga diduga berperan dalam menurunkan risiko kanker usus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan asupan kalsium yang rendah memiliki risiko kanker usus yang lebih tinggi. Namun, karena kalsium juga berkaitan dengan risiko penyakit lain, para ahli belum memberikan rekomendasi khusus mengenai konsumsi produk susu untuk pencegahan kanker.

Magnesium juga diduga memiliki hubungan dengan penurunan risiko kanker usus, terutama pada wanita. Namun, hubungan ini masih perlu dipelajari lebih lanjut.

6. Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid

Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan naproxen memiliki risiko lebih rendah mengalami kanker usus dan polip.

Namun, obat obat tersebut juga dapat menimbulkan efek samping serius, seperti pendarahan lambung atau luka pada saluran pencernaan. Karena itu, obat ini tidak dianjurkan digunakan hanya untuk mencegah kanker usus pada orang dengan risiko rata rata.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan aspirin dosis rendah bagi orang dengan risiko penyakit jantung tertentu. Pada kondisi ini, aspirin mungkin juga memberikan manfaat tambahan dalam menurunkan risiko kanker usus. Tetap penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini secara rutin.

7. Terapi hormon pada wanita

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi hormon yang menggabungkan estrogen dan progesteron setelah menopause mungkin dapat menurunkan risiko kanker usus pada wanita. Namun, penelitian lain tidak menemukan hasil yang sama.

Selain itu, terapi hormon juga diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, pembekuan darah, serta beberapa jenis kanker lain seperti kanker payudara dan paru paru. Karena itu, terapi hormon biasanya tidak direkomendasikan hanya untuk tujuan menurunkan risiko kanker usus.

Jika Anda mempertimbangkan terapi hormon setelah menopause, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai manfaat dan risikonya.

Baca Juga: Mengapa Bersin dan Batuk Harus Menutup Mulut? Ini Penjelasan yang Penting Diketahui

Nah, itu tadi beberapa cara untuk mencegah penyakit kanker usus yang layak dicoba. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×