Tips Sehat

5 Makanan peningkat daya tahan tubuh anak agar terhindar dari corona

Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:04 WIB Sumber: Kompas.com
5 Makanan peningkat daya tahan tubuh anak agar terhindar dari corona

ILUSTRASI. ASI termasuk makanan peningkat daya tahan tubuh anak

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pandemi virus corona terus menginfeksi banyak orang, baik dewasa maupun anak-anak. Bahkan, anak-anak rentan terinfeksi virus corona, karena kurangnya pemahaman tentang protokol kesehatan. Daya tahan tubuh anak harus dijaga agar tidak mudah sakit maupun mencegah serangan virus corona.

Melansir Parents, daya tahan tubuh anak terhadap suatu penyakit baru terbentuk setelah tubuh anak berperang melawan kuman penyakit. Kendati kekebalan tubuh bisa terbentuk dengan cara alami, orangtua perlu berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Tujuannya, agar kondisi fisik tubuh si kecil siap menghadapi ancaman penyakit. Salah satu caranya dengan memberikan makanan bergizi untuk anak.

Asupan sehat sangat bermanfaat bagi daya tahan tubuh anak saat berjuang melawan penyakit. Asupan sehat ibarat salah satu senjata yang membantu untuk menguatkan benteng pertahanan si kecil.

Baca juga: 5 Langkah yang harus dilakukan jika orang terdekat kena virus corona

Para orangtua, berikut beberapa makanan peningkat daya tahan tubuh anak:

1. Makanan laut, daging merah, ayam

Makanan peningkat daya tahan tubuh anak adalah asupan berbasis protein. Melansir Cleveland Clinic, makanan berprotein tinggi seperti makanan laut, daging merah, dan ayam banyak mengandung zinc.

Kacang-kacangan juga merupakan sumber zinc yang baik, namun kadarnya kalah tinggi dibandingkan protein hewani. Seperti diketahui, zinc adalah mineral penting untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut National Institute of Health (NIH), kebutuhan zinc setiap hari untuk anak-anak adalah:

  • Bayi 0-6 bulan: 2 miligram
  • Bayi 7-12 bulan: 3 miligram
  • Anak 1-3 tahun: 3 miligram
  • Anak 4–8 tahun: 5 miligram
  • Anak 9–13 tahun: 8 miligram
  • Remaja 14-18 tahun (laki-laki): 11 miligram
  • Remaja 14-18 tahun (perempuan): 9 miligram

Hal yang perlu diingat, orangtua lebih disarankan memberikan zinc yang berasal dari bahan alami seperti makanan kepada anak dalam kondisi sehat. Pasalnya, sembarangan memberikan suplemen zinc tanpa pengawasan dokter bisa berbahaya. Terlalu banyak zinc dapat menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, kram perut, diare, dan sakit kepala.

Editor: Adi Wikanto


Terbaru