5 Langkah yang harus dilakukan jika orang terdekat kena virus corona

Selasa, 06 Oktober 2020 | 10:57 WIB Sumber: Kompas.com
5 Langkah yang harus dilakukan jika orang terdekat kena virus corona

ILUSTRASI. Ilustrasi wujud virus corona. 5 Langkah yang harus dilakukan jika orang terdekat kena virus corona

Jika kamu sakit, pastikan menggunakan masker ketika berada di sekeliling orang lain, misalnya ketika pergi ke rumah sakit atau klinik dokter. Gunakan pula masker ketika berada di rumah. Jika yang sakit adalah anggota keluargamu yang lain, pastikan mereka juga melakukan itu. Altmann menekankan, memaksimalkan isolasi dan aksi proteksi sangatlah penting.

"Kenakan sarung tangan untuk mengambil piring kosong yang digunakan oleh orang yang sakit, bawa ke dapur dan cuci menggunakan air panas dengan sabun. Setelah itu, cuci tanganmu lagi," katanya.

Perawat harus memakai sarung tangan sekali pakai saat menangani cucian kotor pasien dan membuangnya setelah digunakan. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat digunakan kembali, sarung tangan itu harus digunakan hanya untuk pembersihan dan desinfeksi permukaan untuk mencegah Covid-19 dan tidak boleh digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya.

Bersihkan tangan segera setelah sarung tangan dilepas. CDC menyarankan, sediakan tempat sampah berlapis untuk sampah bekas pakai penderita dan pastikan menggunakan sarung tangan ketika mengeluarkan dan membuang kantong sampah.

Cuci tangan kembali setelahnya. Hindari berbagi perlengkapan makan, handuk atau tempat tidur dengan penderita Covid-19, serta jangan menyatukan cucian baju kotor penderita dengan anggota keluarga lainnya.

Baca juga: Inilah perbandingan pesangon di Omnibus Law Cipta Kerja dengan UU 13/2003

5. Menjaga kesehatan

Jika penderita Covid-19 adalah anggota keluargamu atau seseorang yang tinggal satu atap denganmu, pastikan anggota keluarga lainnya tetap sehat. Mereka juga perlu melakukan isolasi dari dunia luar, termasuk tidak pergi bekerja.

Radesky menyarankan menemukan orang luar yang bisa membantu untuk mengantarkan bahan-bahan makanan dan obat-obatan. "Jika tidak memiliki teman atau tetangga yang bisa membantu mengantarkan bahan makanan atau barang-barang penting, cobalah cari apakah toko-toko lokal dapat mengirimkan barang-barang untukmu," kata Radesky.

Anggota keluarga yang tinggal satu atap dengan penderita Covid-19 bisa saja sudah terinfeksi namun tidak bergejala. Oleh karena itu, sebisa mungkin tetap berada di rumah dan tidak keluar dengan alasan apapun selama masa isolasi. "Cara kita mengalahkan virus ini adalah dengan mengurangi frekuensi setiap orang yang terinfeksi menularkan virus ke orang lainnya. Jadi, semakin banyak yang dapat kita lakukan untuk menghentikan virus ini akan semakin baik," katanya.

Untuk mengurangi penularan virus di dalam rumah, cobalah untuk menjaga aliran udara tetap baik dengan jendela atau pintu terbuka, jika cuaca memungkinkan. Tambahkan perangkat penyaring udara jika diperlukan. Jaga kebersihan dan fokus makan sehat, olahraga teratur serta memiliki tidur berkualitas.

Meskipun tidak ada indikasi bahwa hewan peliharaan dapat memberi atau tertular Covid-19, CDC menyarankan untuk menjauhkan hewan peliharaan dari orang yang sakit. Isolasi dapat berakhir 10 hari setelah dites positif jika orang yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala.

Namun, jika memiliki gejala, masa isolasi dapat diakhiri jika memenuhi tiga kriteria berikut:

  • Setidaknya melewati 10 hari sejak gejala pertama kali muncul.
  • Bebas dari demam selama 24 jam tanpa minum obat penurun demam.
  • Gejala Covid-19 lainnya membaik.

Namun, jika Covid-19 yang diderita malah semakin parah, hubungi penyedia layanan kesehatan untuk menetukan langkah yang tepat. Ini adalah momen yang menakutkan, tetapi semoga tips-tips ini dapat membantu meredakan kecemasan serta mempersiapkanmu dan keluarga untuk menghadapi kemungkinan terburuk, sambil berharap dan berjuang untuk yang terbaik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Orang Terdekat Terinfeksi Covid-19",

Editor : Nabilla Tashandra

Selanjutnya: Inilah perbedaan aturan upah buruh di Omnibus Law Cipta Kerja dengan UU 13/2003

 

Editor: Adi Wikanto
Terbaru