5 Cara mencegah hipertensi atau darah tinggi yang efektif

Jumat, 19 November 2021 | 16:45 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
5 Cara mencegah hipertensi atau darah tinggi yang efektif

ILUSTRASI. Hipertensi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hipertensi atau darah tinggi adalah kondisi kesehatan yang umum terjadi, khususnya yang sudah berusia tua. Hipertensi bisa menjadi bahaya apabila terjadi komplikasi. Namun, ada cara mencegah hipertensi.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol akan menimbulkan masalah serius pada organ lain, misalnya gagal ginjal, kebutaan, masalah jantung, dan stroke.

Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor.

Berikut ini cara mencegah hipertensi sebagaimana dilansir dari laman Center for Desease Control dan Prevention (CDC).

1. Makan makanan sehat

Cara mencegah hipertensi pertama adalah tentunya dengan menjaga pola makan sehat. Pilih makanan sehat untuk membantu Anda menghindari tekanan darah tinggi dan komplikasinya.

Pastikan untuk makan banyak buah dan sayuran segar. Sebaiknya makan berbagai makanan yang kaya kalium, serat, dan protein dan rendah garam (natrium) dan lemak jenuh.

Baca Juga: Bantu menurunkan berat badan, berikut manfaat donor darah bagi tubuh

2. Jaga berat badan

Memiliki kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Untuk menentukan apakah berat badan Anda dalam kisaran yang sehat, dokter sering menghitung indeks massa tubuh (BMI).

Anda dapat menghitung BMI di situs web Assesing Your Weight CDC. Dokter terkadang juga menggunakan ukuran pinggang dan pinggul untuk menilai lemak tubuh.

Apabila berat badan dirasa kurang ideal dengan ukuran BMI, maka sebaiknya lakukan diet sehat dan olahraga teratur untuk menurunkan beratnya.

3. Aktif secara fisik

Cara mencegah hipertensi berikutnya yakni perbanyak gerakan. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga berat badan Anda tetap sehat dan menurunkan tekanan darah.

Para ahli kesehatan merekomendasikan agar orang dewasa melakukan setidaknya 2 jam dan 30 menit olahraga intensitas sedang, seperti jalan cepat atau bersepeda, setiap minggu. Itu sekitar 30 menit sehari.

Sementara, anak-anak dan remaja harus mendapatkan 1 jam aktivitas fisik setiap hari.

Baca Juga: Apa saja syarat donor darah PMI dan berapa kali idealnya bisa donor darah?

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru