4 Makanan tinggi purin penyebab asam urat tinggi di usia muda, waspada!

Jumat, 06 Agustus 2021 | 14:56 WIB Sumber: Kompas.com
4 Makanan tinggi purin penyebab asam urat tinggi di usia muda, waspada!

ILUSTRASI. Makanan tinggi purin penyebab asam urat tinggi di usia muda


KONTAN.CO.ID - Orang-orang di usia muda juga berpotensi terkena asam urat. Makanan yang tinggi purin jadi penyebab. Purin adalah molekul yang terbentuk dari atom karbon dan nitrogen. 

Molekul ini bisa ditemukan pada sel-sel semua makhluk hidup, mulai dari manusia, hewan, hingga tanaman. Sehingga, mustahil untuk menghindari purih sepenuhnya. 

Dokter spesialis gizi dr Samuel Oetoro, SpGK mengatakan, ada dua penyebab seseorang memiliki kolesterol dan asam urat tinggi. "Pertama, dari makanan yang masuk, kedua dari dalam tubuh yang terbentuk kolesterol," katanya kepada Kompas.com. 

Ia menjelaskan, makanan yang dikonsumsi menjadi penyebab kolesterol tinggi sebesar 25%. Kolesterol yang dibentuk oleh tubuh berpengaruh menjadi penyebab kadar kolesterol tubuh tinggi, sebesar 75%. 

"Mau anak muda, orang tua, sama saja, penyebabnya dua faktor itu," sebut Samuel. 

Baca Juga: Biasa dikonsumsi sebagai lalap, takokak berkhasiat sebagai obat herbal asam urat

Sama seperti kolesterol, Samuel menyebutkan, penyebab asam urat tinggi juga karena faktor dari dalam tubuh. Penyebab asam urat tinggi dari dalam tubuh seseorang yang metabolismenya tidak mengalami gangguan.

"Selama metabolisme asam uratnya bagus, dia mau makan kacang atau makan apa pun tidak masalah," ujar Samuel. 

"Kalau dia ada gangguan metabolisme dalam tubuhnya, pembentukan asam uratnya jadi tinggi. Nah, pola makannya harus diatur, jangan makan yang tinggi protein," lanjut dia. 

Selain itu, sumber atau peyebab kolesterol tinggi juga karena ada purin pada makanan yang dikonsumsi. 

Purin yang menjadi sumber asam urat ini banyak ditemukan pada daging merah, dan makanan lain yang berprotein tinggi, seperti ikan, putih telur, dan kacang-kacangan. 

Baca Juga: Inilah daftar makanan pemicu asam urat, kurangi dari sekarang

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru